Surabaya, liputanmu— Semangat inklusivitas dan kepedulian nyata terlihat di Komplek Perguruan Muhammadiyah Gadung pada Ahad, 31 Oktober 2026. Sebanyak 27 anak disabilitas bersama orang tua pendamping hadir mengikuti kegiatan Posyandu Disabilitas yang mengusung tagline inspiratif, “Sehat Tanpa Batas, Peduli Tanpa Syarat.”
Acara yang dimulai pukul 06.30 WIB ini diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap salah satu program unggulan PCM Wonokromo, yaitu Madrasah QoriMu.
“Madrasah QoriMu adalah program unggulan di PCM Wonokromo yang prestasinya sebagai qori’ sudah mencakup wilayah Jawa Timur. Bahkan, beberapa anak telah berhasil menghafal Al-Qur’an hingga 12 juz.” Ungkap Ustadz Barid.
Sinergi Program Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Koordinator Majelis Kesehatan (MKes) dan Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS), Ustadzah Luluk Humaida, M.Pd. Ia memaparkan berbagai program kerja kesehatan serta pentingnya sinergi yang kuat bersama MKS dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Pentingnya sinergi yang kuat bersama MKS dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.” Tuturnya.
Edukasi Interaktif PHBS: Belajar Cuci Tangan 6 Langkah
Memasuki sesi inti materi kesehatan, dr. Vica dari MKes PDA Surabaya memberikan penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya teknik mencuci tangan yang benar.
Materi disampaikan secara interaktif, dimulai dari edukasi waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan atau beraktivitas, hingga praktik langsung 6 langkah cuci tangan yang sesuai standar kesehatan.
Suasana semakin meriah ketika panitia memutar video musik cuci tangan. Melalui stimulasi visual dan audio tersebut, anak-anak dan orang tua diharapkan lebih mudah mengingat serta membiasakan diri menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Proses cuci tangan yang ideal sesuai enam langkah tersebut membutuhkan waktu sekitar 4 menit.” Ujarnya.
Asesmen Psikososial dan Pengalian Potensi Anak
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi asesmen psikososial yang dipandu oleh Titik Asfiyah, anggota Pimpinan Kesehatan PDA Surabaya. Sesi ini bertujuan untuk menggali potensi, bakat, serta prestasi anak-anak istimewa di lingkup Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Wonokromo.
Dari sesi ini, keberanian anak-anak mulai tampak, sehingga memudahkan tim untuk memetakan program dan kegiatan lanjutan yang tepat sasaran. Titik Asfiyah juga mengajak para orang tua untuk aktif memberikan ide dan gagasan kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan anak mereka.
“Langkah ini diambil agar upaya peningkatan kapasitas anak disabilitas benar-benar selaras dengan potensi masing-masing individu.” Ungkapnya.
Kegiatan Posyandu Disabilitas ini berjalan dengan lancar dan ditutup tepat pukul 08.15 WIB. Acara diakhiri dengan pembiasaan baik yang menyentuh hati, di mana anak-anak istimewa tersebut berpamitan dengan bersalaman kepada seluruh pengurus dan tamu yang hadir. (Humas/Gus).














