Inspirasi Kehidupan : Ziarah Kubur di Momen Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah
Oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.
(Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah)
Tahun ini saya dan keluarga tidak mudik. Tetap berada di Jakarta. Hari kedua Idul Fitri kami manfaatkan berziarah ke makan TMP Kali Bata. Berziarah ke makam kedua orang tua dan nenek moyang sudah saya lakukan pada akhir bulan puasa. Dilansir dari laman resmi media sosial Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., pada Ahad (22/03/2026).
Di makam TMP Kalibata, kami mengunjungi tempat pemakaman beberapa pahlawan nasional yang saya pernah dekat antara lain;
- Bapak BJ Habibie (Wakil Presiden ke 7 dan Presiden ke 3 RI)
- Bapak Prof. Abd. Malik Fadjar (Rektor UMM 3 periode, kemudian saya lanjutkan, beliau juga Menteri Agama Era Pak Presiden Habibie dan Mendiknas Era Bu Megawati).
- Kami juga berkunjung ke makam Bapak Taufiq Kiemas (Suami Ibu Megawati, Ketua MPR RI ke 13, periode 1999-2013).
- Dan Bapak Tri Soetrisno (Panglima ABRI dan Wakil Presiden RI ke 6) yang baru wafat 2 Maret 2026 yang lalu.
“Dengan Pak Tri, tahun ini adalah lebaran pertama saya tidak bisa lagi bersilaturahmi dengan beliau”
Makna Ziarah Kubur
Ziarah kubur itu dalam ajaran Islam —saya kira juga oleh agama lain—adalah amalan yang dianjurkan, oleh sebab itu hukumnya sunnah.
Banyak hadits Nabi mengisyaratkan itu. Antara lain hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. Bahkan konon salah satu jendela rumah Rasulullah dihadapkan ke arah makam Baqi’ agar setiap pagi beliau bisa menyampaikan salam: “Assalamu’alaikum ahlad diyar …”!
Untuk pribadi kita, dengan ziarah kubur dapat mengenang kembali orang orang yang punya ikatan batin dengan kita, dengan demikian ketika mendoakan mereka akan jauh lebih khusu’.
Mendoakan kedua orang tua di atas pusaranya tentu jauh lebih khusu’ di banding di tempat lain, di dalam masjid sekalipun. Karena di dalam pusara itu ada jasad yang pernah dan akan terus terhubung dengan diri kita. Dari jasad orang tua kita yang ada di dalam pusara itu lah ruh dan darah daging kita berasal.
“Yang penting jangan ke makam untuk meminta tolong ataupun mencari berkah kepada yang sudah meninggal”
Dengan sering berziarah kubur membuat kita ingat kematian dan kehidupan akhirat. Menjadi semakin sadar bahwa sifat hidup di dunia ini fana. Serba sementara, hidup pun bisa lebih zuhud, tidak dirasuki sifat pelit, rakus, ambisius dan tamak yang berlebih lebihan.
Kalau tidak keberatan, bawalah bunga untuk ditaburkan di atas pusara ketika berziarah. Itu bagian dari asesoris ziarah. Sebagaimana baju perlu ada kerah dan dasi, kalau dipakai hadir di acara resmi.
InsyaAllah tidak ada yang mubadzir bahkan berpahala, karena di balik bunga tabur yang kita beli itu ada mata rantai pasok yang ikut menggerakkan ekonomi lebaran bagi rakyat kecil.
“Yang penting jangan membawa bunga ke makam dengan niat memberi makan Jin penunggu kuburan. Selamat Selamat Idul Fitri 1447 H. Maaf lahir dan batin”














