Tuesday, May 19, 2026
Tuesday, May 19, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Kenapa Warga Muhammadiyah Alergi Terhadap Kitab Diba’ dan Berzanjy?

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Kenapa Warga Muhammadiyah Alergi Terhadap Kitab Diba’ dan Berzanjy?

Oleh KH. Nurbani Yusuf 

(Komunitas Padhang Makhsyar)

“Studi Prilaku Fenomenologis Persepsi Terhadap Kitab Dibha’ vs Karen Amstrong”

Satu dua bait tidak cocok, lantas kitab di buang. Cara pandang sempit, tidak berkemajuan.

Sebagian besar warga Muhammadiyah sudah pasti alergi setidaknya berpikiran negatif terhadap kitab kitab maulid semisal Kitab-kitab Maulid Barzanji, Diba’ Maulid Syaroful Anam, Simthud Duror, dan Qasidah Burdah, serta Dhiyau Al-Lami’ dan Maulid ‘Azab, yang umumnya berisi pujian, syair, kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW, dan doa-doa.

Kitab-kitab ini dibaca dalam acara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi. Disusun karena rasa cinta haru dan penuh suka cita— maka melahirkan sikap subyektifitas dengan emosi tinggi

Kitab-kitab ini jangankan dibaca, disebut namanya saja sudah infeel, dari yang disebut khurafat, tahayul bahkan mengandung kesyirikan sebab itu warga Muhammadiyah menjauhi dan menghindari. Tidak menjadikannya sebagai rujukan pembanding meski tidak semua anggapannya dibenarkan baik secara metodologis atau substansi.

Belum pernah ada kajian mendalam dan obyektif terhadap kitab-kitab klasik itu yang secara komparatif atau analisis yang obyektif sebagaimana lazimnya memperlakukan semua kitab dan karya ilmiah.

Tapi ironisnya familier dengan buku-buku tentang Nabi SAW yang ditulis orang barat dan para orientalis, saya tidak tau mengapa. Kenapa Karen Amstrong, Martin Lings lebih disuka.

Beberapa penulis orientalis yang menulis biografi Nabi Muhammad SAW adalah William Montgomery Watt dengan karyanya yang terkenal Muhammad: Prophet and Statesman, serta Annemarie Schimmel yang dikenal dengan karya-karyanya tentang Islam dan Nabi Muhammad.

Ada juga orientalis lain seperti Michael Lecker, meskipun ia lebih dikenal atas kontribusinya dalam mengkaji biografi dan sumber-sumber terkait Nabi Muhammad dalam The Cambridge Companion to Muhammad.

Studi ini akan menelisik model keberagamaan warga Muhammadiyah tentang persepsi, tanggapan dan apresiasi terhadap kitab kitab biografi Nabi SAW secara komprehensif. Beberapa permasalahan dikemukakan:

Pertama, Persepsi warga Muhammadiyah terhadap kitab Diba’, Berzanjy dengan buku karya Karen Amstrong dan Martyn Lings atau orientalis yang lainnya?

Kedua, Kenapa warga Muhammadiyah atau ulama-ulama Muhammadiyah lebih mengutamakan buku-buku karya orang barat dibanding ulama-ulama klasik?

Ketiga, Apakah faktor latar pendidikan atau akademik mempengaruhi terhadap persepsi kitab-kitab atau buku-buku yang dipilih?

Studi perilaku fenomenologis adalah pendekatan penelitian kualitatif yang berfokus pada pengalaman subjektif individu untuk memahami bagaimana individu memberikan makna pada tindakan mereka dan realitas sosial di sekitar mereka.

Melalui metode ini, peneliti bertujuan untuk menggali hakikat dan makna terdalam dari suatu fenomena sosial dari sudut pandang partisipan, bukan dari asumsi atau teori yang sudah ada sebelumnya.

Fenomenologi Alfred Schutz menganalisis bagaimana individu memberikan makna pada tindakan sosialnya, misalnya mengapa seseorang memakai peci hitam polos, untuk memahami motif di baliknya. Mengapa tidak suka kitab diba’ tapi membaca karya orientalis barat.

“Tiga permasalahan ini diangkat dalam studi kasus selama tiga semester ke depan untuk mendapatkan jawaban dan simpulan artikulatif”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Siap Hadapi Risiko Bencana, Siswa Smamita Dapat Edukasi Langsung dari BPBD Sidoarjo

Sidoarjo, liputanmu - Ratusan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengikuti kegiatan edukasi mitigasi bencana hasil kolaborasi dengan Badan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img