Friday, May 1, 2026
Friday, May 1, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Salaf Ori dan Salaf Palsu?

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Salaf Ori dan Salaf Palsu?

Oleh KH. Nurbani Yusuf 

(Komunitas Padhang Makhsyar) 

Bermula dari surah at Taubah ayat 100, diskursus masa salaf dibincang hangat:

Artinya :“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya; dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”.(QS. 9: 100).

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: “Sebaik-baik periode adalah periode ku. Kemudian periode setelahku dan periode setelahnya”.

Kemudian para ulama bersepakat bahwa masa salaf itu berakhir pada tahun 300 Hijriah dengan asumsi berakhirnya masa hidup tabi’in at tabi’in— masaku (para sahabat nabi) kemudian setelahku (para tabiin) kemudian setelahku (tabbin at tabiin).

“Periode terbaik yang diridhai Allah tabaraka wataala bukan periode setelahnya”

Periode ulama salaf masa imam madzab, ulama kalam, tasawuf dan ahli hadits yang sangat berpengaruh diantaranya:

  1. Imam Hasan Bashri lahir 21 H.
  2. Imam Hanafi lahir 80 H.
  3. Imam Malik lahir 93 H.
  4. Imam Syafie lahir 150 H.
  5. Imam Ahmad lahir 164 H.
  6. Imam Bukhari lahir 194 H.
  7. Imam Muslim lahir 202 H.
  8. Imam Asy’ari lahir 240 H.

Para imam ini adalah para ulama salaf original, para pengikut sahabat dan tabiin — dengan berbagai disiplin ilmu dan keahliannya, yang hidup dalam rentang sebelum 300 hijrah. Itulah masa salaf yang sesungguhnya.

Adapun masa setelah 300 hijrah disebut masa khalaf atau muttaakhirin— untuk membedakan dengan masa salaf atau periode mutaqadimin.

Lantas bagaimana dengan ulama-ulama yang kemudian dijadikan rujukan dan sandaran manhaj Salafi Wahabi — yang kerap menyebut diri paling salaf, paling sunah dan paling dekat dengan Nabi SAW, sebut saja:

1). Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah lahir: 661 Hijrah (lahir 361 tahun sesudah berakhirnya zaman Salaf).

2). Syaikh Al Albani lahir: 1333 Hijrah (wafat tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi,lahir 1033 tahun sesudah berakhirnya zaman Salaf).

3). Syaikh Muhammad Abdul Wahhab (pendiri gerakan Wahhabi): 1115 Hijrah (lahir 815 tahun sesudah berakhirnya zaman Salaf).

4). Syaikh Abdullah Bin Baz lahir: 1330 Hijrah (wafat tahun 1420 hijrah atau 1999 Masehi, sama dengan Albani, lahir 1030 tahun sesudah berakhirnya zaman Salaf)

5). Syaikh Utsaimin lahir: 1928 Masehi (wafat tahun 2001, lebih kurang 12 tahun lepas beliau wafat, lahir entah berapa ribu ulama penganjur salaf. Masa ini tidak bisa disebut masa salaf dan tidak termasuk periode terbaik yang disebut dalam Al-Qur’an dan tidak di doakan Rasulullah sebagai masa terbaik.

Dengan tidak mengurangi kemuliaan dan keta’dziman para Grand Syaikh Islam yang selama ini viral disebut sebagai penganjur salaf yang dijadikan imam atau rujukan aliran Salafi Wahabi : Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah, Syaikh Abdul Wahab, Syaikh bin Baz, Syaikh Al Albani, dan Syaikh Utsaimin Hafidzallah, mereka semua bukan ulama salaf, tapi ulama khalaf atau mutaakhirin, yang hidup jauh sesudah periode salaf berakhir.

Realitasnya para ulama salaf itu juga berikhtilaf dalam banyak hal, baik dalam hadits, fiqh, kalam, tasawuf, tafsir dan lainnya, karena perspektif dan pendekatan yang digunakan berbeda satu sama lainnya —tapi mereka tetap menggunakan sumber rujukan yang sama : Al-Qur’an dan Hadits.

Imam Syafi’i dan Imam Malik gurunya berikhtilaf sebanyak 5.679, tapi keduanya tetap saling menghormati dan menghargai, bukan mentahdzir apalagi saling menyesatkan atau mengkafirkan.

“Begitulah adab menjadi yang utama ketika para ulama salaf tengah berbeda pendapat, Wallahu taala a’lam”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Kemah Asyik Hizbul Wathan Tanpa Gadget, SD Mujitu Tanamkan Kemandirian Siswa

Surabaya, liputanmu – SD Muhammadiyah 17 Surabaya (SD Mujitu) sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Asyik Hizbul Wathan Tanpa Gadget yang...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img