Saturday, May 30, 2026
Saturday, May 30, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Iran Menolak Tunduk, Mulia karena Menjaga Harga Diri

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Iran Menolak Tunduk, Mulia karena Menjaga Harga Diri

Oleh KH. Nurbani Yusuf 

(Komunitas Padhang Makhsyar)

Perang Ini bukan tentang ideologi : Bukan tentang Suny atau Syiah. Bukan tentang siapa yang paling benar. Bukan pula tentang siapa yang paling berhak masuk surga. Ini soal kemanusian. Tentang penindasan. Tentang arogansi Amerika dan Israel. Ini tentang menolak tunduk.

Perlawanan Iran atas negara adidaya Amerika menginspirasi banyak negara- negara yang sepemikiran dan sehaluan. Negara-negara sekutu menjadi yang paling menentukan ketika mereka menolak diajak perang bersama melawan Iran.

Menariknya negara-negara Arab-Wahabi konvensional masih menjadikan ideologi sebagai patokan, padahal ini tentang dagang minyak dan jalan kapal berlayar. Ini tentang maisyah. Ini tentang dolar, emas, minyak dan cuan yang direbutkan.

Bukan isu ada dua Al-Qur’an. Bukan tentang siapa mengkafirkan sahabat, atau berebut saling menghujat karena beda pilihan politik. Ini bukan tentang Ali dan Fatimah. Bukan tentang Abu Bakar dan Aisyah bukan pula tentang Umar dan Hafsyah. Bukan tentang Amru bin Ash dan Abu Musa Al Asy’ary. Bukan tentang Tahkim. Lailatul Horor. Bukan tentang kepala Sayidina Husen yang diarak ke seluruh kota.

Iran menolak tunduk. Inspirasi Melawan hegemoni, melawan arogansi dan penindasan. Ini tentang keberanian dan patriotisme. Tentang harkat dan martabat. Mungkin juga tentang usaha menjaga perut dari lapar.

Tentang menjaga sebuah peradaban. Rivalitas antar kepentingan. Mungkin juga tentang arah peta baru perubahan kekuatan dunia. Tentang peradaban yang dipergilirkan.

Bisa juga tentang kehendak semesta: tentang pergantian sebuah bangsa karena cinta dunia takut mati. Tentang penyakit wahn yang diramalkan menimpa kaum Arab. Tentang nubuwat bangsa Persia menggantikan bangsa Arab.

Ketika Iran telah bikin rudal, drone, pesawat tak berawak, plasma, senjata nuklir dan memenangkan peperangan melawan Amerika, negara-negara Arab Wahabi masih bahas tentang jenggut dan ishbal dan sibuk mengkafirkan sesama mukmin yang tidak sepandangan.

Jadi masih pentingkah membincang Suny- Syiah pada perang Iran melawan Amerika — jadi ini perangnya siapa?

Realitasnya Iran berhasil membentuk Poros kekuatan baru: Iran Pemimpinnya. Iran memenangkan Moral Hazatr: Bermula dari ketidakberdayaan karena embargo. Iran menjadi kokoh tanpa dolar. Tidak butuh IMF untuk Transaksi. Tidak butuh bantuan tetangganya untuk bertahan hidup. Iran berdiri tegak kokoh ditengah. Iran tidak sekaya negara Arab-wahabi tapi jauh lebih mulia karena menjaga harga diri.

Bangsa Iran tidak perlu kuliah di Oxford Sorbone Harfard atau Chicago untuk menjadi ilmuwan berkelas. Tidak perlu ke Amerika dan Eropa untuk bisa bikin Rudal, dan Drone. Tidak perlu ke MIT untuk bisa bikin senjata nuklir. Iran tidak butuh Madinah University atau Ummul Qura’ untuk menjadi ahli sunah.

Pada Iran kita belajar syahid. Cinta akhirat. Tidak takut mati. Iran bisa saja jatuh, remuk, luluh lantak dan terluka, tapi tak kenal kata menyerah.

Mungkin antum tak suka : ketika Iran dicintai karena menjadi simbol perlawanan dari bangsa yang ditindas, terus antum maunya apa?

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

PR IPM SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya Gelar Pelatihan Kepenulisan Dasar, Targetkan Terbit Buku Antologi Cerpen

Surabaya, liputanmu - Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pelatihan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img