Tuesday, May 19, 2026
Tuesday, May 19, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Siap Hadapi Risiko Bencana, Siswa Smamita Dapat Edukasi Langsung dari BPBD Sidoarjo

Must Read

Sidoarjo, liputanmu – Ratusan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengikuti kegiatan edukasi mitigasi bencana hasil kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan siswa menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Edukasi dilaksanakan di dua lokasi, yakni area depan sekolah dan hall Smamita. Antusiasme peserta tampak tinggi sejak awal hingga akhir kegiatan. Para siswa dari berbagai jenjang kelas dibekali pengetahuan dasar kesiapsiagaan bencana alam maupun nonalam, mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana, langkah penyelamatan diri, hingga simulasi evakuasi yang aman dan terstruktur.

Perwakilan BPBD Sidoarjo, Totok Wardoyo, selaku komandan regu, menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Sidoarjo memiliki beragam potensi bencana, seperti banjir, gempa bumi, angin puting beliung, kebakaran, serta bencana hidrometeorologi lainnya. Karena itu, edukasi mitigasi sejak dini dinilai krusial agar generasi muda mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Direktur Smamita Edwin Yogi Laayrananta, MIKom dalam sambutannya menekankan bahwa mitigasi bencana kerap luput dari perhatian, padahal telah menjadi bagian penting dari sistem keselamatan sekolah. Ia mencontohkan keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap lantai sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Mitigasi adalah cara kita bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Kita tentu berharap bencana tidak terjadi, tetapi kesiapan adalah kunci agar kita mampu bertindak benar saat keadaan darurat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh siswa, baik laki-laki maupun perempuan, perlu memahami prosedur keselamatan, termasuk keterampilan menggunakan APAR.

Materi kebakaran disampaikan oleh anggota BPBD Sidoarjo, Muhammad Reinaldi. Ia memaparkan konsep segitiga api panas, oksigen, dan bahan bakar sebagai dasar terjadinya kebakaran. “Jika satu unsur tidak ada, api tidak akan muncul,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar siswa tidak panik, mengenali sumber api, serta mewaspadai penyebab kebakaran akibat kelalaian manusia seperti korsleting listrik atau kebiasaan mengecas ponsel di dekat bahan mudah terbakar.

“Penanganan awal bisa dilakukan dengan alat sederhana, misalnya kain goni atau handuk basah, dengan teknik menyamping dan memperhatikan arah angin,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa Smamita memiliki kesadaran, keterampilan, dan kesiapsiagaan yang lebih kuat dalam menghadapi bencana baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Penulis: Nashiiruddin

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Smamita Gelar Edukasi Mitigasi Bencana, Perkuat Kesiapsiagaan Siswa Sejak Dini

Sidoarjo, Liputanmu-Dalam upaya menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar kegiatan edukasi mitigasi bencana...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img