Sunday, July 5, 2026
Sunday, July 5, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Refleksi Tahun Baru Hijriyah, PRA Wonokromo Gelar Kajian Rutin di Mushola Al-Hidayah

Must Read

Surabaya, liputanmu – Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokromo gelar Kajian Rutin dalam rangka Refleksi Tahun Baru Hijriyah 1448 di Mushola Al-Hidayah. Kajian ini biasanya dilaksanakan di Masjid Al-Hamid dengan menghadirkan narasumber dari cabang hingga wilayah. Jum’at (03/07/2026).

Kegiatan diawali dengan ngaji bersama dengan 10 ayat setiap kali pertemuan, sebagai bagian dari komitmen untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an. Selain itu, ngaji bersama tersebut untuk memperbaiki bacaan masing-masing secara bersama-sama.

Hadir dalam kajian kali ini, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, yang juga sebagai Sekretaris Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., mengingatkan untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan jalan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya dengan ikhlas mengharapkan Ridha Allah SWT.

“Jangan sampai amal ibadah yang kita lakukan, baik ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah diniati untuk dipuji sebagai manusia yang sholeh, sholehah, beriman, orang yang bertakwa di mata manusia. Maka amalan ibadah kita tidak ada nilainya di mata Allah SWT.” Tegasnya.

Selanjutnya, Ustadz Salman, panggilan akrabnya, mengingatkan untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala kenikmatan yang telah diberikan, dengan jalan mendayagunakan segala yang diberikan untuk semakin dengan kepadaNya.

“Ingatlah bahwa segala yang diberikan Allah SWT kepada kita adalah titipan, amanah yang akan diminta dan diminati pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Justru harta yang kita berikan, kita amalkan adalah sejatinya milik kita, sangu kita menghadap Allah.” Katanya.

Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., menyampaikan tausyiah dalam Kajian Rutin Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Wonokromo di Mushola Al-Hidayah 

Refleksi Tahun Baru Hijriyah 1448, Ingatlah Surat Al-Hasyir 18

Lebih lanjut, Ustadz Salman mengajak Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَـنْظُرْ نَـفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 18).

Melalui ayat tersebut, Ustadz Salman mengingatkan betapa pentingnya menyiapkan diri yang terbaik di masa mendatang, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa waktu kedepannya.

“Hidup di dunia ini terbatas oleh waktu, maka refleksi Tahun Baru Hijriyah ini mengingatkan bahwa usia kita semakin bertambah, itu artinya jatah hidup kita di dunia berkurang, alias kita mendekati kematian kita. Hidup ini menjalani takdir, tugas kita berikhtiar yang terbaik dalam menjalani takdir itu.” Ungkap Ustadz Salman yang juga sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Ustadz Salman lantas mengingatkan bahwa bekal terbaik untuk menghadapi kematian itu adalah takwa. Dimana takwa menjadi pembeda kita dihadapan Allah SWT. Jadi, orang terbaik di mata Allah SWT, bukan karena jabatan, harta, kekayaan tetapi karena ketakwaannya.

“Maka gunakan apa yang diberikan Allah SWT, baik itu harta, jabatan, tahta untuk mendekatkan diri, bukan sebaliknya semakin jauh dari Rahmat Allah SWT.” Tandasnya.

Pesan Motivasi Berbuat Baik Sepanjang Hayat

Di akhir sesi, Ustadz Salman lantas mengutip sebuah hadits Nabi Muhammad SAW tentang berbuat kebaikan sepanjang hayat, sehingga kita terus termotivasi dan istiqomah, yakni:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَآكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya :“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: waktu mudamu sebelum masa tuamu, waktu sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum kematianmu.” (H.R. Al-Hakim).

Pertama, Muda sebelum tua: Gunakan fisik yang kuat untuk taat sebelum datang masa tua renta yang melemahkan.

Kedua, Sehat sebelum sakit: Beramal dan berbuat baiklah selagi sehat, karena saat sakit hal itu akan sulit dilakukan.

Ketiga, Kaya sebelum miskin: Bersedekahlah dan gunakan harta di jalan Allah sebelum harta itu habis atau hilang.

Keempat, Luang sebelum sibuk: Maksimalkan kesempatan saat tidak ada beban sebelum datang kesibukan duniawi atau akhirat.

Kelima, Hidup sebelum mati: Kumpulkan bekal amal shalih di dunia selagi nyawa masih dikandung badan, karena setelah mati amalan akan terputus. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Perkuat Soliditas, Majelis Dikdasmen PCM Kepohbaru Gelar Outbound Guru dan Karyawan Muhammadiyah

Tuban, liputanmu – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kepohbaru menggelar...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img