Sidoarjo, liputanmu-Memperingati perayaan hari raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) mengambil langkah inovatif dengan menerapkan konsep Go Green, Kamis (28/5/2026).
Alih-alih menggunakan kantong plastik sekali pakai, panitia kurban Smamita memilih kemasan alami seperti besek bambu dan daun jati untuk mengemas dan mendistribusikan daging kurban kepada siswa dan masyarakat sekitar yang berhak menerima.
Langkah tersebut sejalan dengan seruan pemerintah dan lembaga lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban, yang selama ini menjadi sumber timbunan sampah signifikan setiap tahunnya.
Waka Kesiswaan Wahyu Bimas Kurniasandi, SIKom menjelaskan bahwa pemilihan besek bambu serta daun jati bukan hanya sarana ramah lingkungan saja, akan tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Besek yang terbuat dari anyaman bambu mudah terurai secara alami, sementara daun jati memiliki daya tahan dan dapat membantu menjaga kesegaran daging tanpa bahan sintetis.
“Kami ingin ibadah kurban pada tahun ini memberi manfaat tidak hanya bagi sesama tetapi juga bagi bumi yang kita tinggali,” ujar Bimas sebagai majelis kader PCM Sepanjang
Praktik ini juga menjadi contoh nyata bagi siswa Smamita dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui setiap tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Para penerima daging kurban tampak antusias menerima paket daging yang dikemas secara tradisional. Beberapa warga menyatakan dukungannya karena kemasan alami ini membantu mengurangi penggunaan plastik yang selama ini sering kali menjadi masalah lingkungan.
Langkah Smamita ini sejalan dengan imbauan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta pemerintah daerah yang mendorong penggunaan wadah seperti besek bambu, daun pisang, atau daun jati untuk mengurangi timbulan limbah plastik selama momen kurban.
Dengan penerapan konsep Go Green yang sederhana namun berdampak positif, Smamita menunjukkan bahwa tradisi keagamaan dapat dijalankan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
(Nashiiruddin)














