Surabaya, Liputanmu-Hari pertama masuk sekolah biasanya identik dengan wajah-wajah tegang, tangis siswa baru, dan genggaman erat tangan orang tua. Namun, suasana berbeda justru terlihat di SD Muhammadiyah 9 pada pada hari Senin (13/7/2026). Alih-alih diliputi rasa takut, para siswa baru tampak antusias, ceria, dan penuh rasa penasaran.
Semangat itu hadir melalui konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas secara kreatif dengan tema bajak laut bertajuk Exploring, Learning, Growing with Joy.
Sejak memasuki gerbang sekolah, para siswa disambut “para bajak laut” yang ternyata merupakan guru-guru SD Muhammadiyah 9 Surabaya. Dengan kostum penuh warna dan sapaan hangat, mereka mengajak anak-anak memulai petualangan baru di dunia pendidikan.
Kejutan semakin lengkap dengan kehadiran karakter superhero Iron Man yang turut menyapa para siswa. Tokoh favorit anak-anak itu membagikan high-five dan menjadi pusat perhatian. Momen langka tersebut langsung dimanfaatkan siswa maupun orang tua untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan hari pertama sekolah yang berkesan.
Keseruan MPLS berlanjut melalui berbagai kegiatan interaktif. Acara diawali dengan apel pagi di lapangan sekolah, dilanjutkan dengan perkenalan antara siswa dan para guru yang tampil sebagai “bajak laut” sekaligus pemandu petualangan belajar.
Layaknya penjelajah yang mencari pulau baru, para siswa kemudian diajak mengelilingi seluruh area sekolah untuk mengenal ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran lainnya. Suasana dibuat menyenangkan agar siswa merasa nyaman dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Petualangan hari pertama ditutup dengan beragam aktivitas interaktif di dalam kelas. Melalui permainan edukatif dan sesi perkenalan, para guru membangun kedekatan dengan siswa sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Dengan penyambutan yang dikemas penuh kreativitas dan totalitas, SD Muhammadiyah 9 berhasil menghadirkan pengalaman MPLS yang berbeda. Hari pertama sekolah bukan lagi menjadi momen yang menegangkan, melainkan awal petualangan belajar yang menyenangkan, penuh keceriaan, dan akan selalu dikenang oleh para siswa maupun orang tua.
(Luthfiah)














