Surabaya, liputanmu – Sebanyak 102 wali murid kelas I Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengikuti Welcoming Day Tahun Pelajaran 2026/2027 yang di ruang utama Masjid Al-Mufidah sebagai langkah awal mendampingi putra-putri mereka memasuki jenjang sekolah dasar. Senin (13/7/2026).
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memperkenalkan program unggulan, budaya sekolah, serta agenda pembelajaran yang akan dijalani peserta didik selama semester pertama.
“Kami mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung menjadi keluarga besar Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Terima kasih atas kepercayaan Ayah dan Bunda yang telah menitipkan putra-putri tercinta kepada kami.” Tuturnya.
Lebih lanjut, Ustadzah Norma, panggilan akrabnya, mengungkapkan bahwa Welcoming Day bukan sekadar ajang perkenalan, melainkan momentum membangun kemitraan antara sekolah dan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat diwujudkan hanya oleh sekolah, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif orang tua.
“Kami mohon dukungan dan kerja sama Ayah Bunda untuk terus membersamai proses tumbuh kembang Ananda. InsyaAllah, dengan ikhtiar dan doa yang dilakukan bersama, kita dapat mengantarkan mereka menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan membanggakan.” Imbuh Ustadzah Norma, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wonokromo ini.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi parenting bertema; “Mendampingi Masa Transisi Sekolah yang Menyenangkan dan Berkarakter Bersama Ayah Bunda”. Materi disampaikan oleh Konselor Keluarga dan Trainer Parenting, Ustadzah Siti Fauziah MSi CBHC.
Dalam paparannya, Ustadzah Fauziah, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa masa transisi dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar bukan hanya proses adaptasi bagi anak, tetapi juga proses belajar bagi orang tua.
“Anak belajar menjadi mandiri, sedangkan orang tua belajar ikhlas dan rida. Masa transisi bukan sekadar berpindah dari TK ke SD, tetapi proses bertumbuh bagi seluruh keluarga.” Jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa memasuki lingkungan sekolah baru sering kali menjadi tantangan bagi anak. Mereka harus beradaptasi dengan guru, teman, aturan, dan suasana yang berbeda. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memunculkan tangisan, kemarahan, atau sikap diam sebagai bentuk ekspresi kebutuhan untuk merasa aman dan diterima.
Dalam kesempatan tersebut juga, Ustadzah Fauziah mengingatkan tentang pentingnya ketenangan orang tua dalam mendampingi proses adaptasi anak.
“Anak yang tenang lahir dari orang tua yang lebih dahulu menenangkan dirinya.” Katanya.
Ustadzah Fauziah juga mengingatkan beberapa hal yang sebaiknya dihindari orang tua, seperti; menakut-nakuti anak dengan guru, membandingkan dengan teman sebaya, menyuap dengan hadiah, terlalu lama menunggu di kelas, maupun menunjukkan kecemasan berlebihan di depan anak.
Sebaliknya, Ustadzah Fauziah menganjurkan kepada orang tua untuk membangun rutinitas pagi yang menyenangkan, memberikan semangat saat berpisah di sekolah, mempercayakan proses belajar kepada guru, memperbanyak doa, serta memberikan apresiasi atas keberanian anak menjalani hari-hari pertama di sekolah.
“Berikan pujian atas keberanian anak, bukan hanya hasil belajarnya. Tanyakan bagaimana perasaannya hari ini dan pengalaman menyenangkan yang ia dapatkan di sekolah.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














