Thursday, August 13, 2026
Thursday, August 13, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Keseruan Lomba 17-an: Dari Ngemosi hingga Header Mania Ramaikan Suasana Kemerdekaan

Must Read

Surabaya, liputanmu — Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu identik dengan berbagai perlombaan seru dan unik yang menguji kerja sama tim, kreativitas, serta ketangkasan. Tahun ini, pada HUT RI Ke-81 deretan lomba kreatif disiapkan untuk memeriahkan suasana, mulai dari lomba ketangkasan berpasangan hingga permainan tradisional yang dikemas secara modern.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Naufal Arsyad, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya, pada Kamis (13/08/2026).

“Spemma Pucang Surabaya gelar lomba kreatif disiapkan untuk memeriahkan Semarak Peringatan HUT RI Ke-81, mulai dari lomba ketangkasan berpasangan hingga permainan tradisional yang dikemas secara modern. Nah, PR IPM Spemma yang diamanahi oleh Sekolah sebagai panitia pelaksana.” Ujar Naufal, panggilan akrab Ketum PR IPM Spemma Pucang Surabaya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan tentang panduan dan tata cara bermain dari lima jenis perlombaan seru yang berhasil menarik antusiasme peserta, yakni:

Pertama, Ngemosi: Lomba unik yang menguji kekompakan pasangan ini dikhususkan untuk peserta kategori putra.

  • Format Tim: Terdiri dari 2 orang putra.
  • Cara Bermain: Setiap pemain memegang kerupuk yang sudah digantung menyerupai pancingan.

“Para pemain harus saling mengarahkan pancingan tersebut agar bisa dimakan oleh pasangannya masing-masing. Tim yang kerupuknya habis paling duluan akan keluar sebagai pemenang.” Ujarnya.

Kedua, Kincir Air: Permainan estafet air yang menuntut konsentrasi tinggi ini diikuti oleh peserta kategori putri.

  • Format Tim: Terdiri dari 4 pemain putri.
  • Cara Bermain: Pemain saling bergandengan lengan dan menghadap ke belakang, dan di setiap kedua tangan peserta diletakkan gelas.

“Peserta mengambil air secara bergantian menggunakan gelas tersebut, kemudian berjalan untuk menuangkannya ke dalam sebuah wadah penampung akhir.” Ungkapnya.

Ketiga, Ekspedisi 45: Lomba estafet pos yang menguji ketangkasan beregu ini melibatkan kolaborasi peserta putra dan putri dalam tiga pos tantangan.

  • Format Tim: Terdiri dari gabungan pemain putra dan putri.
  • Cara Bermain: Di Pos 1 ada 2 pemain melewati tantangan pertama berupa estafet kardus. Pos 2, setelah mencapai pos kedua, estafet dilanjutkan oleh 2 pemain berikutnya dengan tantangan estafet tepung. Kemudian di Pos 3, jika pos kedua selesai, keempat pemain melanjutkan ke pos terakhir.

“Di pos ini, terdapat galon berisi bola yang dilengkapi tali rafia di beberapa sisinya. Pemain harus menarik tali tersebut secara bersamaan untuk menuangkan bola dari dalam galon ke wadah yang telah disediakan.” Katanya.

Keempat, Ksatriantara: Sebuah permainan seru yang menguji kepekaan, strategi, dan kecepatan dalam mengenali anggota kelompok.

  • Format Tim: Terdiri dari 5 pemain, di mana anggota Tim A dan Tim B akan diacak terlebih dahulu.
  • Cara Bermain: Setiap anggota tim harus mencari rekan sekelompoknya dengan cara memanggil nama-nama pahlawan nasional yang telah ditentukan.

“Tim yang berhasil mengumpulkan anggotanya secara lengkap paling duluan akan dinobatkan sebagai pemenang.” Jelas Naufal.

Kelima, Header Mania: Lomba ketangkasan individu yang mengandalkan kelincahan fisik khusus untuk peserta putra.

  • Format Tim: Terdiri dari 1 pemain putra.
  • Cara Bermain: Pemain mengenakan botol yang digantungkan pada sehelai tali, di mana tali tersebut diikatkan pada pinggang pemain.

“Kelima lomba ini dirancang dengan memadukan nasionalisme dan keislaman, sehingga kami berharap bisa menambah kebersamaan dan Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah diantara kita.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Inspirasi Kehidupan: Apakah Muhammadiyah Tidak Punya Kitab?

Inspirasi Kehidupan: Apakah Muhammadiyah Tidak Punya Kitab? Oleh KH. Nurbani Yusuf (Komunitas Padhang Makhsyar) Sambil berkelakar, Cak Nur (Dr. Nurcholish Madjid) mengatakan:...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img