Surabaya, liputanmu – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Kantor Layanan Lazismu (KLL) SMP Muhammadiyah 15 (Spemlibels) Boarding School Surabaya menyerahkan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp12.000.000 untuk membantu para korban bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan secara resmi melalui Kantor Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya yang berlokasi di Jl. Ahmad Jais No. 34 pada Kamis (03/09/2026).
Penyerahan donasi ini diwakili langsung oleh Kepala KLL SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Mr. Eko Setiawan, bersama dengan deretan perwakilan siswa dan wali murid. Turut hadir dalam momen penyerahan tersebut Adenmas Satria Manggala selaku siswa kelas 9H Bilingual Class, Qudwatul Azka santriwati kelas 9G MBS, Qothrunada Al-fisyarin santriwati kelas 9G MBS, serta Nur Wahyuni yang merupakan perwakilan dari wali murid dan akrab disapa dengan panggilan Bunda Yuni.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Ustadz Banjar, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas kepedulian seluruh warga sekolah yang telah bergerak cepat dalam aksi kemanusiaan ini.
“Aksi cepat tanggap ini adalah wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Islam, kepedulian sosial, serta penanaman karakter empati bagi para siswa. Kami sangat berharap bantuan yang telah terkumpul ini dapat memberikan keberkahan dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT yang sedang tertimpa musibah agar bisa segera pulih kembali.” Ujar Ustadz Banjar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala KLL SMP Muhammadiyah 15 Boarding School, Mr. Eko Setiawan, menegaskan komitmen sekolah untuk terus membina kepedulian para santri.
“Dana sebesar Rp12 juta ini terkumpul berkat partisipasi aktif seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari para santri, siswa, orang tua murid, hingga guru. Semoga penyaluran melalui Lazismu PDM Kota Surabaya ini dapat terdistribusi dengan tepat sasaran serta membawa manfaat nyata bagi proses pemulihan para korban di lokasi bencana.” Ungkap Mr. Eko Setiawan.
Sementara itu, harapan penuh kehangatan juga disampaikan oleh perwakilan wali murid, Nur Wahyuni atau Bunda Yuni.
“Sebagai wali murid, saya merasa sangat bangga karena anak-anak dibimbing untuk memiliki jiwa empati dan kepedulian sosial yang tinggi sejak dini. Harapan kami, bantuan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga menyalurkan doa, semangat, dan harapan baru agar masyarakat NTT bisa bangkit.” Tutur Bunda Yuni. (Didik Hermawan).














