Surabaya, liputanmu – Semangat kepanduan dan kebersamaan menggema di lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa). Sebanyak peserta didik dari SMP Muhammadiyah 1 Surabaya bersama SD Muhammadiyah 17 Surabaya mengikuti Kemah Hizbul Wathan (HW) dan Kemah Ceria Tingkat SD, Sabtu–Ahad, 12–13 September 2026.
Dengan mengusung tema; “Bersatu dalam Ukhuwah, Berkarya dalam Kepanduan, Berprestasi untuk Muhammadiyah,” kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan suasana perkemahan, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan karakter melalui pengalaman langsung.
Sejak hari pertama, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, upacara pembukaan, hingga pendirian tenda. Para peserta kemudian mendapatkan materi kepanduan Hizbul Wathan yang dikemas secara edukatif dan aplikatif.
Kemeriahan semakin terasa ketika peserta mengikuti lomba yel-yel dan pentas seni (Pensi). Kreativitas, kekompakan, keberanian tampil, serta kemampuan bekerja sama menjadi nilai penting yang dibangun melalui kegiatan tersebut.
Kegiatan juga dilengkapi dengan outbound yang mengajak peserta belajar menghadapi tantangan secara berkelompok. Dari aktivitas tersebut, peserta dilatih untuk saling membantu, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, Ustadz Husnur Rifan, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan kepanduan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kemah ini bukan hanya tentang mendirikan tenda atau mengikuti berbagai permainan. Ada nilai kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, dan ukhuwah yang ingin kita tumbuhkan. Anak-anak belajar melalui pengalaman secara langsung.” Ujarnya.
Menurutnya, Hizbul Wathan juga menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai Muhammadiyah kepada generasi muda dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak.
“Kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, keberanian, dan semangat berkontribusi bagi persyarikatan serta masyarakat.” Tambah Ustadz Husnur Rif’an.
Kolaborasi SMP Muhammadiyah 1 Surabaya dan SD Muhammadiyah 17 Surabaya dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring pendidikan Muhammadiyah. Peserta dari jenjang berbeda dapat berinteraksi, membangun persaudaraan, dan mengenal nilai-nilai kepanduan sejak dini.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan outbound dan upacara penutupan pada Minggu, 13 September 2026. Selama dua hari, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman berkemah, tetapi juga berbagai pelajaran tentang kebersamaan, kemandirian, kreativitas, dan tanggung jawab.
Melalui Kemah Hizbul Wathan dan Kemah Ceria, Spemsa kembali menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Alam, kebersamaan, dan kepanduan menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman nyata untuk menyiapkan generasi muda Muhammadiyah yang tangguh, kreatif, berkarakter, dan berprestasi. (Anas).














