Surabaya, liputanmu— Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari baru saja menggelar acara Kajian Sang Surya yang sarat akan pesan mendalam mengenai pendidikan keluarga dan perkaderan. Ahad (20/09/2026).
Dalam kajian tersebut, dibahas secara mendalam mengenai empat tipe anak yang Allah jelaskan dalam Al-Qur’an sebagai bahan muhasabah bagi para orang tua.
Berikut adalah empat tipe anak dalam kehidupan keluarga beserta panduan menyikapinya:
Pertama, Anak sebagai Musuh (Aduwwun): Merupakan anak yang dapat menghalangi orang tua dari ketaatan kepada Allah, menjerumuskan pada perbuatan haram, hingga memusuhi dakwah orang tua. Sikap orang tua harus berhati-hati, tegas dalam mendidik, serta memanjatkan doa tanpa menuruti keinginan yang menjauhkan dari Allah.
Kedua, Anak sebagai Ujian (Fitnatun): Bentuk cobaan dari Allah melalui kondisi kesehatan, kenakalan remaja, maupun masalah ekonomi keluarga untuk menguji keistiqomahan orang tua di jalan dakwah. Orang tua disikapi dengan kesabaran tinggi agar tidak meninggalkan pengajian atau perjuangan persyarikatan.
Ketiga, Anak sebagai Perhiasan (Zinatun): Anak yang membanggakan, pintar, dan berprestasi secara duniawi. Orang tua diingatkan agar tidak hanya bangga pada pencapaian akademik semata, melainkan membingkai prestasi tersebut dengan nilai keimanan dan keshalehan.
Keempat, Anak sebagai Penyejuk Mata (Qurrata A’yun): Puncak harapan setiap orang tua, yakni anak yang taat kepada Allah, berbakti, menjadi pelanjut dakwah, serta aktif di masjid maupun organisasi seperti IPM dan Pemuda Muhammadiyah.
Untuk mencetak generasi Qurrata A’yun, ditekankan empat kunci ala keluarga Muhammadiyah, yaitu konsisten berdoa, memberikan teladan yang baik, memilih lingkungan pendidikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta melakukan kaderisasi sejak dini.
Simbolisasi Estafet Perjuangan Melalui Kopiah Muhammadiyah
Sebagai wujud nyata syukur dan ikhtiar kaderisasi dalam persyarikatan, rangkaian acara ini juga dirangkai dengan aksi inspiratif. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 3 Surabaya melaksanakan pembagian Kopiah Muhammadiyah kepada Ketua PCM Tegalsari serta sembilan Ketua Takmir Masjid se-Tegalsari.
Ustadz Arief Himawan, M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 3 Surabaya, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kopiah tersebut bukan sekadar penutup kepala, melainkan simbol identitas, militansi, dan penyambung estafet perjuangan dakwah.
“Kopiah ini bukan sekadar penutup kepala, tetapi simbol identitas, militansi, dan penyambung estafet perjuangan dakwah.” Ujarnya.
Di akhir sesi, Ustadz Arief, panggilan akrabnya, berharap dari masjid-masjid di lingkungan Tegalsari akan lahir kader muda tangguh yang kelak meneruskan kepemimpinan di PCM maupun memakmurkan masjid Muhammadiyah. (Humas/Gus).














