Malang, liputanmu — Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Syamsudin, M.Ag., hadir memberikan pengarahan inspiratif dalam rangkaian perhelatan akbar Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) 2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo Kabupaten Malang Jawa Timur pada Senin (21/09/2026).
Dalam arahannya, Dr. Syamsudin, M.Ag., menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang kokoh dan berintegritas bagi para santri sebagai calon pemimpin masa depan.
“Dua sifat utama yang harus melekat pada diri seorang pemimpin sejati, yakni Al-Qowiyu dan Al-Amin. Kedua sifat ini sebagai standar emas kepemimpinan terbaik yang senantiasa menjadi teladan sepanjang masa.” Tutur Dr. Syamsudin, M.Ag.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang makna dua sifat utama tersebut, yakni:
Pertama, Al-Qowiyu (Kuat): Memiliki kekuatan fisik, ketahanan mental, serta ketegasan dalam menegakkan kebenaran dan prinsip kebaikan.
Kedua, Al-Amin (Terpercaya): Memiliki integritas tinggi sehingga senantiasa dipercaya oleh semua orang dalam kondisi apapun.
Teladan Kepemimpinan Profetik: Ketegasan dan Amanah
Sebagai penguatan, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Syamsudin mengingatkan kembali kisah-kisah teladan dalam sejarah Islam yang mencerminkan prinsip kepemimpinan tersebut.
Pertama, Menceritakan bagaimana Nabi Muhammad SAW pernah menegur sahabat besar Khalid bin Walid secara bijaksana saat melakukan kesalahan, menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang kuat harus tetap objektif dan menjunjung tinggi kebenaran.
Kedua, Mengutip kisah sahabat terkemuka, Abidzar Al-Ghifari, ketika meminta sebuah jabatan kepada Rasulullah SAW. Saat itu, Rasulullah mengingatkan dengan pesan mendalam, “Kamu jujur, tetapi kamu tidak kuat.”
“Kisah ini menjadi pengingat berharga bahwa kejujuran (Al-Amin) saja belum cukup jika tidak diimbangi dengan kapasitas, kompetensi, dan kekuatan (Al-Qowiyu) dalam memikul tanggung jawab kepemimpinan.” Tandasnya.
Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih
Menutup arahannya, Wakil Ketua PWM Jawa Timur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh.
“Kesuksesan penyelenggaraan Kemah Santri Muhammadiyah edisi kedua di Jawa Timur ini tidak terlepas dari sinergi, kerja keras, dan gotong royong berbagai pihak yang mensupport acara dari awal hingga akhir.” Ungkapnya.
Dengan berbekal nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW serta karakter disiplin, mandiri, dan berprestasi, para santri Muhammadiyah diharapkan mampu tumbuh menjadi kader Pemimpin bangsa yang religius, kuat, dan amanah. (Humas/Gus).














