Friday, October 23, 2026
Friday, October 23, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Hari Santri Nasional 2026, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya Gelar Salat Istisqa’ dan Serukan Tobat Ekologis

Must Read

Surabaya, liputanmu— Momen peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada Kamis (22/10/2026) dimaknai secara mendalam oleh civitas akademika SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya. Di tengah tantangan musim kemarau panjang, seluruh elemen sekolah menggelar Shalat Istisqa’ (shalat minta hujan) di halaman sekolah sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ibadah berjamaah ini dihelat untuk menindaklanjuti instruksi resmi dari Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya. Pelaksanaannya berlangsung khusyuk dan diikuti oleh para pendidik, tenaga kependidikan, serta para santri.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam rangkaian salat sunnah tersebut adalah Ustadz Nur Holik. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus melakukan muhasabah mendalam atas krisis lingkungan yang tengah melanda.

Teguran Alam dan Pentingnya Tobat Ekologis

Ustadz Nur Holik menyoroti bahwa fenomena perubahan iklim, kekeringan, terganggunya sektor pertanian, hingga ancaman terhadap ekosistem makhluk hidup merupakan teguran langsung atas ulah tangan manusia. Hal tersebut sejalan dengan pesan ilahi dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 41.

“Kekeringan yang melanda, pertanian yang terganggu, serta ancaman terhadap kehidupan ekosistem saat ini adalah teguran bagi kita. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41, kerusakan alam tidak lepas dari ulah tangan manusia. Oleh karena itu, mari kita sama-sama melakukan muhasabah massal, menjauhi perbuatan-perbuatan dosa, dan memohon ampun dengan melakukan tobat dari dosa-dosa ekologis yang telah kita perbuat terhadap bumi Allah.” Tegas Ustadz Nur Holik dalam khutbahnya.

Peran Santri sebagai Penjaga Kelestarian Peradaban

Pelaksanaan Shalat Istisqa’ yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Ustadz Banjar, SS., M.Pd.I. Menurutnya, momentum ini memberikan makna ganda; sebagai ikhtiar memohon rahmat hujan sekaligus penegasan tanggung jawab moral santri dalam menjaga kelestarian bumi.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Shalat Istisqa’ pada pagi hari ini. Harapannya, semoga Allah SWT segera mengijabah doa kita dengan menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, bukan hujan yang membawa musibah.” Ungkap Ustadz Banjar.

Lebih jauh, ia menekankan agar para santri tidak hanya fokus pada pendalaman ilmu keagamaan, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari tugas kekhalifahan di bumi.

“Bertepatan dengan Hari Santri Nasional ini, kami berharap para santri menyadari bahwa peran mereka bukan hanya mengaji dan memahami kitab, tetapi juga menjadi pelopor penjaga peradaban, termasuk menjaga kelestarian alam. Jadikan momen ini untuk lebih mencintai lingkungan dan berkomitmen tidak mengulangi dosa-dosa ekologis di masa mendatang.” Pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya berharap kesadaran kolektif untuk merawat alam semakin tumbuh, seiring dengan penguatan ketaatan spiritual dan tanggung jawab sosial para santri dalam menyongsong masa depan bangsa yang berkelanjutan. (Didik Hermawan).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Tumbuhkan Empati dan Maknai Hari Santri 2026, Spemnas Gelar Salat Istisqa’ di Rooftop Sekolah

Surabaya, liputanmu— Sebanyak 167 siswa SMP Muhammadiyah 16 Surabaya (Spemnas) bersama para guru dan tenaga kependidikan menggelar Salat Istisqa’...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img