Tuesday, November 3, 2026
Tuesday, November 3, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Selagi Muda, Cintai Masjid! Pesan Menggetarkan Pembina Kader untuk Generasi Penerus Umat

Must Read

Surabaya, liputanmu – Masa muda adalah kesempatan emas. Jangan habiskan hanya untuk mengejar kesenangan dunia, tetapi gunakan untuk menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi umat.

Pesan penuh makna tersebut mewarnai kegiatan Kajian Rutin dan Pembinaan Kader Masjid Remaja yang diselenggarakan pada Ahad, 1 November 2026, bertempat di Ruang TPA Lantai 1 Masjid Remaja, Jalan Kalilom Lor III No. 41, Surabaya.

Kegiatan yang diikuti oleh kader Remaja Masjid dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap masjid, sekaligus menanamkan semangat berorganisasi, berdakwah, dan membangun karakter Islami yang kokoh.

Remaja Masjid: Kebanggaan dan Sekolah Kehidupan

Dalam pembinaannya, Ustadz Irvandy Andriansyah, ST., MT., selaku Pembina Departemen Pembinaan Kader dan IPM Masjid Remaja menyampaikan bahwa menjadi remaja masjid merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan pergaulan anak muda saat ini, memilih lingkungan yang baik, rajin mengikuti pengajian, dan aktif dalam organisasi dakwah merupakan langkah fundamental untuk membangun masa depan yang cerah.

“Anak-anakku, Mas dan Mbak semuanya, jangan pernah merasa rugi datang ke masjid. Jangan bosan mengikuti pengajian. Jangan berhenti belajar agama. Selagi masih muda, manfaatkan waktu untuk memperbaiki diri. Saya ingin kalian tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas, mandiri, dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, serta bangsa.” Pesannya penuh hangat.

Ustadz Irvandy, panggilan akrabnya, mengungkapkan harapan agar Masjid Remaja semakin berkembang menjadi pusat pembinaan kader yang memiliki sistem organisasi kuat, kepengurusan tertata, serta program-program kreatif untuk mengembangkan potensi generasi muda. Menurutnya, organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan “sekolah kehidupan” untuk belajar kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kerja sama tim.

Konsep Remaja “CAKEP”: Kecakapan Hidup dan Kepekaan Sosial

Salah satu poin menarik yang disampaikan dalam pembinaan tersebut adalah ajakan bagi para kader untuk menjadi remaja yang “CAKEP”. Istilah ini bukan sekadar merujuk pada penampilan fisik yang menarik, melainkan cakep dalam kecakapan hidup (life skills), memiliki kepekaan sosial, serta tanggap terhadap persoalan di sekitarnya.

“Kalau ada teman sakit, kita bantu. Ada teman menangis, kita hibur. Ada teman bersedih, kita dekati dan tanyakan keadaannya. Jangan hanya sibuk dengan diri sendiri. Seorang muslim harus memiliki kepedulian dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain.” Ungkapnya.

Suasana pembinaan semakin bermakna ketika Ustadz Irvandy mengingatkan tentang golongan manusia yang mendapatkan naungan Allah SWT pada hari kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah ﷺ—di antaranya adalah pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah dan seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid.

Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan masjid sebagai rumah kedua, aktif memakmurkannya, rajin belajar membaca Al-Qur’an, serta tidak pernah berhenti menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas karena Allah semata.

Berani Bermimpi Besar dan Tetap Rendah Hati

Menutup sesi pembinaannya, Ustadz Irvandy menitipkan pesan agar para kader senantiasa berani bermimpi besar dan tidak takut berproses menghadapi tantangan zaman.

“Suatu saat kalian akan menjadi orang dewasa. Ada yang menjadi pengusaha, guru, profesional, pengurus organisasi, bahkan pemimpin masyarakat. Tetapi apa pun profesi dan jabatan kalian nanti, jangan pernah melupakan masjid. Semakin sukses, semakin rendah hati, semakin kuat ibadahnya, dan semakin besar manfaatnya bagi orang lain.” Pesannya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya hebat dalam pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kuat dalam akidah, mulia dalam akhlak, serta memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

Karena masa muda tidak datang dua kali. Hari ini adalah waktunya belajar, hari ini adalah waktunya berjuang, dan hari ini adalah waktunya mempersiapkan diri menjadi generasi penerus umat yang membanggakan. (Irv).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Dari Madrasah Qori’Mu Ummi Maktum, Muhammad Rafli Tampil sebagai Qori’Mu dalam Silaturahim dan Turba PDM Kota Surabaya

Surabaya, liputanmu– Terus berkemajuan dan mencerahkan, semangat dakwah melalui Al-Qur’an kembali ditunjukkan oleh santri Madrasah Qori'mu Muhammadiyah (Qori’Mu) Ummi...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img