Tuesday, January 13, 2026
Tuesday, January 13, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
tourtravel
toyaaa
sekolahinovatif
lazizmu
smpmu4
airsuli5
previous arrow
next arrow
Shadow

Begini Kemeriahan Peringatan Hari Batik Nasional di Spempat Gadung Surabaya

Must Read

Surabaya, liputanmu – Sendy Sendiaga, siswa kelas 8, terlihat bahagia. Ia bersama kelompoknya duduk berhadapan di lapangan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo.

Kelompok yang terdiri atas lima siswa itu menunggu instruksi dari Farida Rahmawati, koordinator kegiatan. Begitu juga dengan kelompok-kelompok lain yang terdiri atas siswa kelas 7 hingga 9. Begitulah suasana saat siswa Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya memulai kegiatan Peringatan Hari Batik Nasional 2024. Rabu (2/10/2024).

Zhaahir Rizqi, siswa kelas 8, mengatakan bahwa ia dengan kelompoknya berbagi tugas dalam Peringatan Hari Batik ini. Menurutnya, setiap anak ada yang membawa koran, ada pula yang membawa botol plastik.

“Katanya ini membuat batik, tapi gak ditulis. Gak tau nanti caranya seperti apa, mari kita simak bersama.” Ujarnya.

Setelah siswa siap dengan perlengkapan membatiknya, Koordinator Kegiatan, Ustadzah Farida Rahmawati, memberikan petunjuk. Menurut Staf Bendahara Sekolah Berbasis Pesantren SMP Muhammadiyah 4 Gadung Surabaya ini, Peringatan Hari Batik Nasional tahun ini akan diperingati dengan membuat batik per kelompok.

“Kami memilih membuat batik jumput untuk peringatan tahun ini. Selain membuatnya mudah, juga murah bahan-bahannya.” Ujarnya.

Lebih lanjut ia kemudian mengintruksikan siswa untuk menggulung kain putih yang disediakan. Setelah itu, siswa diminta untuk mengikat kain putih yang sudah tergulung untuk diwarnai.

“Ayo pelan-pelan mewarnainya. Warnai sesuai dengan motifnya.” Imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa teknik dalam membuat batik jumput. Ada yang dibuat dengan menggunakan teknik menggulung lalu mengikat. Selain itu, ada juga teknik lain, yakni dengan mencubit bagian tengah kain dengan gerakan memutar untuk menciptakan warna spiral pada kain.

Sementara itu, Ustadzah Laili Rahmi, S.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya, turut bangga atas kegiatan siswa ini. Menurutnya dalam peringatan Hari Batik Nasional, siswa tidak hanya diajak untuk memakai batik saja melainkan dikenalkan dengan proses produksi batik.

“Hari ini saya melihat siswa begitu antusias. Warna-warna menarik sesuai pilihan siswa tersaji. Itulah salah satu bentuk representasi keunikan siswa dalam konsep Merdeka Belajar.” Tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kepada wali kelas 7 hingga 9 yang sudah mendampingi siswa. Menurutnya, wali kelas berperan sebagai pendamping dalam proses membatik.

“Alhamdulillah semua warga sekolah terlibat aktif dalam kegiatan ini. Semoga ini terus menginspirasi kita untuk terus berperan menjaga dan mengenalkan budaya bangsa.” Pungkasnya. (Taufiq).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Student Exchange Daejo Middle School Busan Korsel Bukti Spemma Komitmen Internasional Class Program

Surabaya, liputanmu – Terus berkemajuan, sebanyak 16 siswa Daejo Middle School Busan Korea Selatan gelar Student Exchange di SMP...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img