Inspirasi Kehidupan : 2 Macam Golongan dalam Merespon Musibah
Oleh Ustadzah Syahri Nur Rahmadani Purnamawati, S.Pd.
(Wali Kelas Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya)
Kita di dalam hidup pasti pernah atau bahkan selalu ditimpa musibah. Entah musibah kehilangan sesuatu, hingga musibah yang membuat hati kita begitu pedih.
Saat ditimpa musibah, ada 2 golongan orang dalam menghadapinya, yaitu :
Pertama, Ada yang menghadapinya dengan mengeluh dan selalu mengucapkan “Ya Allah kok saya terus sih yang mendapatkan musibah seperti ini?
Kedua, Ada juga golongan yang menerima dengan ikhlas dan ridho atas setiap musibah yang diberikan oleh Allah SWT.
Pada zaman dahulu, musibah atau cobaan yang datang kepada Rasulullah SAW beserta sahabat-sahabatnya sangatlah berat sekali. Bahkan melebihi musibah yang diberikan kepada kita semua. Tetapi para sahabat Rasul selalu yakin dengan doa yang diucapkan oleh Rasullullah SAW. Doanya seperti ini; “Allahumma Ajirni fi Musibah Wakhrujli Khaira Minha”, yang artinya :“Ya Allah berilah kepada musibahku ini dan gantilah dengan yang lebih baik.”
Ketika kita yakin dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah, saat kita kita ditimpa suatu masalah atau ujian, kita tidak akan panik atau tidak berputus asa dengan musibah dan selalu yakin dengan pertolongan dari Allah SWT.
Ada suatu cerita ketika seorang ayah diberikan musibah oleh Allah berupa kehilangan ke-3 anaknya.
Suatu hari ayah kehilangan anak pertamanya, kemudian ayah tersebut mengucapkan; Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, yang artinya :“Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali”.
Ayah tersebut ridho menerima kehilangan anak pertamanya.
Tidak berselang lama, ayah tersebut diuji kembali dengan kehilangan anak keduanya. Ayah juga ridho dengan kehilangan anak kedua tersebut dan mengucapkan; Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, yang artinya :“Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali”.
Suatu ketika ayah ini kehilangan anak yang ketika kemudian mengucapkan; “Ya Allah, kenapa engkau memberiku musibah seperti ini lagi?” Ayah tersebut mengeluh dengan musibah saat kehilangan anak ketiga ini.
Suatu malam ayah ini bermimpi. Ayah bermimpi bahwa dia akan terjatuh kedalam jurang yang dibawahnya ada kobaran api neraka. Untungnya ada 2 anak ayah yang telah meninggal memegang tangan ayahnya sambil berucap; “Ayah, seandainya adik juga disini, pasti adik juga bisa menolong ayah”.
Seketika ayah terbangun dan beristighfar mengingat kesalahannya bahwa dia belum ridho untuk menerima kematian anak yang ketiga. Kemudian ayah tersebut langsung mengucap; Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, yang artinya :“Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali”.
Akhirnya ayah ridho dan menerima atas kehilangan anak yang ketiganya. Dengan ayah menerima musibah tersebut, sebenarnya Allah SWT mencoba untuk menolongnya di suatu saat nanti.
Jadi, alangkah baiknya ketika kita ditimpa suatu musibah, kita menerima dengan ridho dan yakin bahwa Allah SWT pasti akan menolong kita.
InsyaAllah, ketika kita ridho dengan musibah yang diberikan, Allah SWT akan memberikan kebaikan untuk kita di suatu saat nanti.














