Surabaya, liputanmu — Kamis, (07/05/2026) Semangat pembinaan karakter kembali ditunjukkan oleh Tapak Suci Putra Muhammadiyah Pimcab 04 Wonokromo yang dikomandani oleh Pendekar Yusuf selaku pelatih dan penyemangat peserta latihan di lingkungan Cabang 04 Wonokromo.
Ikut hadir dan berlatih pada malam ini Ustadz Muhammad Barid Sa’dan, S.Ag., M.Pd.I., selaku Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, yang juga Kader Utama Tapak Suci dan Ustadz Arfian selaku kader tapak suci juga ikut membersamai kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu melalui sesi ceramah singkat yang mengangkat tema; “Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat.” Kegiatan ini berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kekhusyukan di area latihan komplek Muhammadiyah Gadung III/7 Wonokromo Surabaya
Para peserta yang terdiri dari anak-anak hingga remaja tampak duduk melingkar mengenakan seragam merah khas Tapak Suci Putra Muhammadiyah.
Mereka menyimak dengan serius pesan yang disampaikan oleh pelatih Ustadz Bahul yang juga merupakan Sekretaris Pimcab 04 Tapak Suci Putra Muhammadiyah mengenai pentingnya menjaga iman sekaligus memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ceramahnya, Ustadz Bahul menegaskan bahwa kekuatan sejati seorang pesilat tidak hanya terletak pada kemampuan fisik, tetapi juga pada kualitas akhlaknya. Iman menjadi pondasi, sementara akhlak adalah cerminan nyata dalam perilaku. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas.
“Orang kuat bukan hanya yang menang dalam pertarungan, tetapi yang mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, dan menjaga adab dalam setiap keadaan.” Ujar pelatih Ustadz Bahul di hadapan peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di lingkungan Tapak Suci Putra Muhammadiyah, khususnya dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga mulia akhlaknya.
Melalui tema ini, diharapkan para anggota dapat menjadikan iman sebagai pegangan hidup dan akhlak sebagai identitas diri, sehingga mampu menjadi pribadi yang kuat, bermanfaat, dan membawa kebaikan bagi lingkungan sekitar.
Acara ditutup dengan doa, memperkuat rasa persaudaraan serta komitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri dalam naungan nilai iman dan akhlak.
“Dengan iman dan akhlaq saya menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlaq saya menjadi Lemah.” Pungkas Ustadz Bahul. (BS).














