Yogyakarta, liputanmu – Muhammadiyah kehilangan tokoh dengan komitmen, dedikasi, dan perjuangannya di Persyarikatan yang luar biasa. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Jum’at (01/08/2025).
“Beliau administratur yang handal dan menguasai seluk beluk organisasi dari A sampai Z. Boleh dikatakan Pak Rosyad Sholeh adalah kamus Muhammadiyah di bidang organisasi.” Tuturnya.
Lebih lanjut, Haedar mengungkapkan bahwa ketika kami masih di Angkatan Muda Muhammadiyah, Pak Rosyad Sholeh telah menjadi tokoh yang membersamai Pak AR Fakhrudin memimpin Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Bukunya tentang Managemen Dakwah menggambarkan kemampuannya di bidang manajemen gerakan Islam.” Tandasnya.
“Karenanya, di Pimpinan Pusat Muhammadiyah beliau banyak mengawal urusan-urusan penting ideologi dan organisasi.” Imbuhnya.
Haedar juga menegaskan bahwa pengalamannya sangat luas dan mendalam dalam memimpin Persyarikatan. Ia memulai di Pimpinan Pusat tahun 2000-2005, beliau menjadi Wakil Ketua PP, saat itu Ketuanya Prof. Syafii Maarif dan dirinya sebagai Sekretaris.
“Saya banyak belajar urusan-urusan organisasi kepada beliau. Beliau senantiasa tegas menegakkan aturan Persyarikatan.” Tegasnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya banyak memperoleh informasi-informasi penting tentang dinamika Muhammadiyah dari periode ke periode. Keikhlasan, ilmu, dan pengalamannya dalam membawa roda organisasi sungguh tidak ada duanya.
“Selamat jalan Pak Rosyad Sholeh, semoga husnul khatimah, dilapangkan di kuburnya, dan dibukakan pintu jannatun na’im baginya.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














