Sidoarjo, Liputanmu-Kajian Pimpinan dalam rangka Milad ke-109 Aisyiyah berlangsung khidmat di Aula Walidah PCA Kompleks TK ABA Bebekan, Taman, Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran dakwah perempuan di tengah dinamika sosial masyarakat, Jumat (12/6/2026).
Kajian yang dihadiri pimpinan, anggota, dan kader persyarikatan ini mengusung semangat dakwah kemanusiaan dan perdamaian. Salah satu narasumber, Edwin Yogi Laayrananta, MIKom sebagai anggota LSBO PWM Jawa Timur, menegaskan bahwa tema Milad Aisyiyah ke-109 sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini.
Menurut Edwin, dakwah kemanusiaan harus disampaikan secara kontekstual, penuh kegembiraan, dan jauh dari kesan menakutkan. Dakwah katanya, tidak boleh menimbulkan rasa tertekan atau ketersinggungan.
“Dakwah harus membahagiakan dan menyesuaikan dengan siapa kita berbicara. Dengan begitu, pesan kebaikan dapat diterima secara utuh,” tuturnya.
Ia menambahkan, dakwah tidak cukup dilakukan dari mimbar semata. Seorang da’i atau aktivis dakwah harus mampu menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Mengajak amar ma’ruf nahi mungkar itu penting, tetapi yang lebih utama adalah kebermanfaatan kita saat hidup berdampingan dengan masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kajiannya, Edwin juga mengulas tema besar Milad Aisyiyah yang menekankan tanggung jawab mulia perempuan dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Ia mengingatkan bahwa Islam hadir membawa nilai keadilan dan perdamaian, sekaligus menghapus praktik diskriminatif terhadap perempuan yang terjadi sebelum masa kenabian.
Ia juga menyoroti fenomena media sosial saat ini, di mana sebagian perempuan justru merendahkan martabat dirinya sendiri.
“Aisyiyah memiliki peran strategis dalam mengedukasi dan menguatkan pemahaman perempuan tentang jati diri, kehormatan, serta batasan aurat sebagai identitas muslimah,” tegasnya.
Sementara itu, Wuryanti Ummu Azizah, S.Pd Sekretaris PCA Sepanjang menjelaskan bahwa
Momentum Milad ke-109 ini diharapkan semakin menguatkan langkah Aisyiyah sebagai gerakan perempuan berkemajuan yang konsisten menghadirkan dakwah kemanusiaan, membangun perdamaian, serta mengangkat martabat perempuan secara kontekstual dan bermakna.
(Nashiiruddin)














