Surabaya, liputanmu – Menjadi momen berkesan bagi Siswa Kelas 7A Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya. Dua pria berpakaian cokelat muda dan mengenakan baret veteran melangkah mantap memasuki ruang kelas. Rabu (06/08/2025).
Mereka bukan guru atau petugas upacara, melainkan sosok istimewa, pejuang kemerdekaan yang kini membawa semangat nasionalisme ke tengah ruang belajar.
Dua veteran tersebut adalah Bapak Muljadi dan Bapak Abbas. Mereka hadir melalui program Veteran Mengajar untuk berbagi kisah perjuangan serta menanamkan nilai kebangsaan kepada para siswa. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.55 hingga 09.00 WIB dan disambut antusias oleh Siswa Kelas Bilingual.
Ustadzah Amalia Hanifah, S.Pd., guru pendamping kegiatan, dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menghadirkan tokoh langsung dalam pembelajaran.
“Kehadiran para veteran ini diharapkan memberikan inspirasi dan motivasi. Anak-anak bisa memahami bahwa kemerdekaan ini hasil dari perjuangan sungguh-sungguh, bukan hadiah.” Tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bapak Sutardi, salah satu veteran yang hadir, mengaku senang bisa menyampaikan langsung pengalaman hidupnya kepada generasi muda.
“Saya bahagia bisa bertemu dan berbagi cerita dengan anak-anak di sini. Saya berharap mereka tidak melupakan sejarah dan perjuangan para pejuang yang bekerja keras membela tanah air.” Tuturnya.
Kehadiran veteran itu memberi kesan mendalam bagi siswa. Kenzie Alkhalifie merasa terhormat bisa belajar langsung dari pelaku sejarah.
“Senang sekali bisa dengar langsung cerita perjuangan. Semoga saya bisa ikut jejak para pejuang.” Ungkapnya.
Senada, Muhammad Azzam juga menyampaikan harapannya menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan pemberian apresiasi kepada para veteran. Semangat nasionalisme yang ditanamkan melalui kisah nyata ini menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter unggul siswa.
Lewat program ini, sejarah tak lagi jadi materi hafalan semata, melainkan kisah hidup yang menggugah dan menumbuhkan cinta tanah air sejak dini. (Taufiqurrahman).














