Inspirasi Kehidupan : Dakwah yang Menggembirakan
Oleh Ustadz Drs. Muhammad Nashihudin, M.Si.
(Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur dan Anggota Majelis Tabligh PWM DKI Jakarta)
Dakwah kepada orang-orang kafir dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk mengingatkan pada mereka dan bentuk kasih sayang yang diberikan oleh seorang Nabi Muhammad kepada ummat manusia agar mereka kembali ke jalan yang benar.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَا لَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَآءٍۢ بَيْنَـنَا وَبَيْنَكُمْ اَ لَّا نَـعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْــئًا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَا بًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَ نَّا مُسْلِمُوْنَ
Artinya :“Katakanlah (Muhammad), Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama yang lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), Saksikanlah, bahwa kami adalah orang muslim.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 64).
Sesungguhnya ahli kitab mengetahui tentang kebenaran Islam adanya seorang Nabi yang terakhir akan membawa kebahagiaan dan kebenaran.
Karena rasa dengki dan sombong mereka tidak mengakui Nabi Isa AS sebagai nabi dan Rasul malahan menjadikan dia sebagai tuhan yang disembah selain Allah SWT.
“Mentadabburi ayat-ayat berikut ini untuk meyakinkan bahwa Isa putra Maryam adalah Nabi dan Rasul bukan Tuhan”
Islam hadir untuk meluruskan aqidah mereka dan mengajak mereka ke jalan yang benar yaitu Allah SWT sebagai Robb seluruh hamba-Nya dan tidak ada Tuhan selain Dia.
Pertama, Ahli Kitab Sering Berdebat tentang Ketuhanan.
يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تُحَآ جُّوْنَ فِيْۤ اِبْرٰهِيْمَ وَمَاۤ اُنْزِلَتِ التَّوْرٰٮةُ وَا لْاِ نْجِيْلُ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِهٖ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Artinya :“Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 65).
Kedua, Ahli Kitab Suka Ingkar kepada Ayat-ayat Allah SWT.
يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَكْفُرُوْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ وَاَ نْـتُمْ تَشْهَدُوْنَ
Artinya :“Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 70).
Ketiga, Orang-orang Ahli Kitab Senang Memutar Balikkan Fakta.
يٰۤـاَهْلَ الْكِتٰبِ لِمَ تَلْبِسُوْنَ الْحَـقَّ بِا لْبَا طِلِ وَتَكْتُمُوْنَ الْحَـقَّ وَاَ نْـتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya :“Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan kamu menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 71).
Keempat, Ahli Kitab akan Menjadi Penghuni Neraka jika tidak Mau Berhenti Keyakinan yang Sesat.
اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ فِيْ نَا رِ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗ اُولٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Artinya :“Sungguh, orang-orang yang kafir dari golongan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Mereka itu adalah sejahat-jahat makhluk”. (QS. Al-Bayyinah 98: Ayat 6).














