Inspirasi Kehidupan: Masjid bukan Hanya Tempat Orang Dewasa Beribadah
Oleh Ustadz Taufik Hidayanto A.Md.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
Masjid adalah tempat dimana generasi dibina, dididik, dan disiapkan untuk masa depan umat. Kadang hati kita diuji, bukan oleh kesunyian Masjid, tetapi oleh suara kecil yang berlari, tertawa, dan belum paham adab.
Lalu kita lupa, bahwa mereka bukan perusak ketenangan, melainkan benih peradaban. Anak-anak belum memahami adab sebagaimana orang dewasa. Mereka belum mengerti heningnya doa, belum paham makna saf yang rapat, belum kuat menahan rasa ingin bermain. Dan itu wajar.
Masjid bukan hanya tempat orang yang sudah sempurna ibadahnya, tetapi sekolah pertama bagi hati yang sedang tumbuh. Jika hari ini mereka ditegur dengan amarah, besok bisa jadi masjid terasa asing dan menakutkan.
Namun jika hari ini mereka disapa dengan senyum, didekati dengan sabar, dibimbing dengan kasih, maka kelak, merekalah yang akan menjaga masjid ini tetap hidup.
“Mendidik anak bukan dengan bentakan, tetapi dengan keteladanan”
Bukan dengan emosi, tetapi dengan pelukan dan pengertian. Ajak mereka duduk perlahan, bisikkan dengan lembut; “Masjid ini rumah Allah, kita jaga bersama ya”
Karena dari kalimat sederhana itu, lahir karakter, adab, dan kecintaan. Hari ini mereka mungkin berlari, tapi suatu hari nanti, merekalah yang berlari paling awal ke Masjid.
Hari ini mereka bermain, namun kelak merekalah yang berdiri di saf terdepan. Mari kita jaga masjid dengan ilmu dan kasih, agar anak-anak tumbuh mencintai Allah, bukan takut pada rumah-Nya.
“Karena Masjid yang ramah anak, adalah Masjid yang sedang menyiapkan masa depan umat”














