Surabaya, liputanmu – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi. Bulan Januari ini giliran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tempurejo sebagai tuan rumah. Lebih dari 300 jamaah memenuhi Masjid Baiturrahman. Hadir sebagai pembicara kali ini adalah Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., yang saat ini menjadi Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.
Tepat pukul 06.30 WIB, Ananda Athoillah selaku Sekretaris Majelis Tabligh PCM Mulyorejo membuka acara. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh siswa SD Muhammadiyah 8 Surabaya. Selanjutnya sambutan oleh Ketua PCM Mulyorejo, Ustadz Drs. Najib Sulhan, MA.
Dalam sambutannya, Ustadz Najib Sulhan, Ketua PCM Mulyorejo menyampaikan tentang pentingnya niat. Dalam beberapa kitab hadits, ternyata bab niat selalu ada di bagian pertama.
“Semoga kehadiran kita di pengajian ini dibarengi dengan ketulusan niat yang benar. Karena tanpa niat yang benar, kehadiran kita bisa sia-sia. Dalam berbagai kumpulan hadits, niat selalu pada bab pertama karena niat itulah yang menjadi pengikat amal.” Tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa termasuk dalam memilih Sekolah niat yang menjadikan anak kita sukses. Lembaga pendidikan di PCM Mulyorejo itu lengkap, dari TK hingga Perguruan Tinggi. Untuk itu niatkan menyekolahkan anak dengan dasar agama.
“Di Muhammadiyah memang berbayar, insyaAllah resikonya kecil karena selalu mengedepankan adab.” Tegasnya.
Untuk memperkuat tema, “Karakter Pemimpin yang Jujur dan Adil dalam Mengelola Persyarikatan Muhammadiyah”, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., menyitir sebuah Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 90, yang artinya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang berbuat keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar selalu ingat.”
Dalam durasi sekitar 1 jam, Ketua Majelis Dikdasmen Kota Surabaya ini mengupas tentang nilai kejujuran, adil, berbuat kebaikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Ia memahami kerabat tidak hanya keluarga senasab, tetapi juga dalam satu organisasi, termasuk sesama umat Islam.
“Sesama Muhammadiyah itu saling memberikan bantuan. Di sekolah misalnya, bagi warga Muhammadiyah, jika ada kesulitan bisa menyampaikan ke Kepala Sekolah, Pimpinan Ranting, atau Pimpinan Cabang. Jika ada warga Muhammadiyah yang tidak bisa Sekolah karena biaya, maka kita semua para Pimpinan yang bersalah.” Tegas Ustadz Dikky.
Lebih lanjut, ia memberikan contoh saat menjadi Kepala SMP Muhammadiyah 6 Surabaya, ia membantu semua warga yang kesulitan untuk Sekolah, bukan hanya warga Muhammadiyah.
“Jangankan warga Muhammadiyah, di luar Muhammadiyah juga saya bantu. Ketika ada seorang yang bukan warga Muhammadiyah ingin memasukkan putranya di sekolah Muhammadiyah, saya bantu. Ingat bahwa Muhammadiyah itu organisasi yang suka membantu.” Pungkasnya.
Inilah sesungguhnya karakter Pimpinan Muhammadiyah. Berusaha bersikap adil, yaitu tidak bermaksiat pada Allah. Jujur menjadi kunci karena tidak pura pura baik. Tetapi kejujuran menjadi modal utama. Selain itu gemar membantu orang-orang yang membutuhkan. (Najib).














