Surabaya, liputanmu – Upaya bina karakter mulia murid, Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya gelar Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit). Bukan sekadar rutinitas ibadah, para siswa diajak membedah rahasia di balik kekhusyukan Sholat Tahajud dari sudut pandang sains otak, yakni pemanfaatan Gelombang Theta. Sabtu (24/01/2026).
Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala (Waka) Bidang Kurikulum dan Ismuba Spempat Gadung Surabaya, Ustadz Zaenal Maftukhin, S.Pd., memberikan pembekalan inspiratif di hadapan murid. Ia menegaskan tentang bagaimana pembiasaan bangun di sepertiga malam bukan hanya soal ketaatan, tetapi juga tentang melatih kedisiplinan dan mengoptimalkan fungsi otak.
”Ketika kalian konsisten dan istiqomah bangun pagi, kebiasaan baik yang lain akan mudah untuk dilakukan.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Zaenal membedah tentang fenomena Gelombang Theta, yaitu frekuensi otak pada kisaran 4-8 Hz yang biasanya muncul saat manusia berada dalam kondisi relaksasi dalam, antara kantuk dan bangun. Menurutnya, kondisi ini adalah waktu emas di mana pikiran bawah sadar manusia paling terbuka lebar.
”Sholat Tahajud di waktu Mabit ini, menempatkan otak kalian pada Gelombang Theta. Ini adalah gelombang doa sekaligus gerbang kreativitas. Di saat inilah, setiap niat dan doa yang kalian panjatkan akan terpatri kuat di pikiran bawah sadar, membentuk mentalitas juara dan karakter yang tenang.” Tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dengan memanfaatkan fase Theta, siswa dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi belajar karena otak dalam kondisi sangat reseptif.
“Manfaatkan keheningan ini untuk berdialog dengan Tuhan dan memvisualisasikan kesuksesan kalian.” Tandasnya.
Setelah mendapatkan pencerahan tersebut, para siswa dengan khusyuk melaksanakan Sholat Tahajud berjamaah. Suasana syahdu menyelimuti Sekolah sembari mereka menunggu waktu Subuh. Memulai kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Spempat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kokoh.
Selain itu, melalui integrasi antara sains dan agama, Mabit Spempat membuktikan bahwa ibadah malam adalah sarana brain tuning yang efektif untuk mencetak siswa yang cerdas secara emosional dan spiritual. (Bahul).














