Sunday, March 15, 2026
Sunday, March 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Kwarda HW Kota Malang Gelar Pelatihan Jaya Melati 1 dengan Penuh Antusiasme

Must Read

Malang, liputanmu – Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan (HW) Kota Malang resmi membuka perhelatan Pelatihan Jaya Melati 1 pada Sabtu, 14 Februari 2026 di lingkungan kampus SD Muhammadiyah 8 KH. Mas Mansur. Kegiatan yang dilaksanakan selama sepekan dengan online dan offline yang nantinya akan berakhir di hari Senin 16 Februari 2026.

Acara pembukaan ini berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh jajaran Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Malang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Blimbing, serta pimpinan Organisasi Otonom lainnya.

Kehadiran perwakilan dari IGABA pun turut memberikan dukungan moral yang kuat bagi para peserta, khususnya dalam mempersiapkan pembinaan di tingkat usia dini.

Sebanyak 45 peserta tercatat mengikuti rangkaian pelatihan ini dengan antusiasme yang sangat tinggi sejak hari pertama dimulai. Komposisi peserta menunjukkan keberagaman yang luar biasa, terdiri dari para guru perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lintas jenjang mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Semangat kolaborasi lintas daerah pun semakin kuat dengan hadirnya para kader Dewan Sugli Daerah (DSD) dari Kota Malang dan Kabupaten Malang, delegasi dari Kafilah KH. M. Bedjo Dermoleksono Universitas Muhammadiyah Malang, hingga perwakilan Kwarcab Palang Tuban yang turut melengkapi sinergi antarwilayah dalam pelatihan ini.

“Selama tiga hari intensif hingga 16 Februari 2026, para peserta digembleng dengan kurikulum yang dirancang relevan terhadap karakter anak didik di zaman modern.” Ujar Ramanda Indra Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kota Malang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rangkaian materi yang diberikan sangat komprehensif, mencakup penguatan ideologi Muhammadiyah sebagai fondasi gerakan, manajemen kepemimpinan Qabilah untuk tata kelola organisasi di setiap pangkalan, hingga penguasaan teknik lapangan seperti semaphore, LBB (Latihan Baris Berbaris), tali temali, P2HW (Pertolongan Pertama Hizbul Wathan), serta simulasi jelajah alam.

“Seluruh materi tersebut dikemas secara apik agar setiap calon pembina memiliki bekal yang tangguh, baik secara mental maupun teknis.” Tegasnya.

Di samping aspek keterampilan fisik, lanjut Ramanda Indra, pelatihan ini menjadikan penguatan spiritualitas sebagai napas utama gerakan. Aspek ibadah menjadi prioritas melalui kewajiban salat berjamaah tepat waktu.

“Untuk memperdalam pemahaman agama, sesi kultum (kuliah tujuh menit) rutin dilaksanakan setelah salat Maghrib dan Subuh secara bergantian, sehingga menciptakan suasana pelatihan yang religius dan penuh keberkahan.” Jelasnya.

Meskipun aspek kedisiplinan menjadi penekanan utama, suasana pelatihan tetap terasa hidup dan interaktif berkat bimbingan tim instruktur yang dinamis.

“Hal ini terlihat dari gairah para peserta dalam mengikuti setiap sesi hingga hari pertama berakhir dengan tertib sesuai jadwal.” Pungkasnya.

Melalui perpaduan antara kemeriahan acara dan kedalaman materi, Kwarda Kota Malang optimis pelatihan ini akan melahirkan kader pembina yang kompeten, berdedikasi, serta berakhlak mulia yang siap menjadi garda depan dalam menggerakkan pendidikan kepanduan yang berkemajuan. (Indra).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Wonokromo : Selamat Milad Ke-48, Momentum untuk Bergerak Lebih Cepat 

Surabaya, liputanmu – Momentum Semarak Ramadan 1447 H sekaligus Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026), Sekolah Karakter SD...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img