Inspirasi Kehidupan : Naik Kelas di Bulan Puasa Ramadhan
Oleh Ustadz Ir. Lukman
(Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
Bukan sekadar menahan lapar dan haus dari fajar hingga maghrib, melainkan ibadah holistik untuk mencapai ketakwaan, mengendalikan hawa nafsu, dan membersihkan jiwa.
Puasa adalah perisai dari perbuatan buruk, sarana meningkatkan empati sosial, serta wujud ketaatan mutlak untuk mendapatkan ridha Allah SWT.
Puasa sebagai Instrumen Peningkatan Taqwa
Tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 183, dengan melatih kepatuhan total kepada perintah Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183).
Pertama, Pengendalian Hawa Nafsu; Puasa mendidik disiplin diri untuk menahan diri tidak hanya dari makan/minum, tetapi juga emosi, perkataan kotor, dan perbuatan dosa.
Kedua, Penyucian Jiwa dan Spiritual; Momen untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) melalui peningkatan ibadah, membaca Al-Qur’an, dan berzikir, serta sarana membersihkan hati.
Ketiga, Solidaritas Sosial dan Empati; Merasakan lapar dan haus menumbuhkan rasa empati terhadap fakir miskin, yang mendorong kepedulian sosial, berbagi ta’jil, zakat fitrah, zakat mal dan bersedekah.
Keempat, Syukur dan Disiplin; Mengajarkan bersyukur atas nikmat makanan yang sering diabaikan serta mendisiplinkan diri dalam pola hidup sehat dan menghargai waktu, karena waktu yg telah berlalu tidak akan pernah kembali.
“Secara keseluruhan, puasa adalah latihan spiritual, mental, dan fisik untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi insan yang lebih bertaqwa dan berakhlak”














