Surabaya, liputanmu – Masjid Al-Ikhlas Wonorejo menggelar pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan pada Selasa, 3 Maret 2025, pukul 17.15 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan jamaah dari wilayah Wonorejo Kecamatan Tegalsari dan sekitarnya yang hadir dengan penuh khidmat untuk melaksanakan ibadah sunnah muakkadah tersebut.
Shalat gerhana dipimpin oleh Ustadz Fakhrudin Lubis yang juga menyampaikan kultum setelah pelaksanaan shalat. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan tentang sejarah dan asal mula disyariatkannya shalat gerhana dalam Islam.
Ustadz Fakhrudin mengungkapkab bahwa fenomena gerhana merupakan tanda kebesaran Allah SWT yang mengingatkan manusia akan kekuasaan-Nya. Ia juga menyinggung kisah Nabi Ibrahim AS yang hidup pada masa peradaban kuno dan dikenal sebagai sosok yang merenungi fenomena langit, termasuk matahari dan bulan, sebagai bagian dari proses pencarian tauhid.
Dari perenungan tersebut, tambah Ustadz Fakhrudin, manusia diajak untuk tidak menyembah benda-benda langit, melainkan hanya menyembah Allah SWT semata.
“Gerhana bukanlah pertanda kematian atau kelahiran seseorang, melainkan tanda kekuasaan Allah. Kita dianjurkan untuk memperbanyak shalat, doa, dan istighfar ketika menyaksikannya.” Tegasnya.

Pelaksanaan shalat berlangsung dengan dua rakaat, masing-masing rakaat terdiri dari dua kali rukuk, sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan hingga selesai menjelang waktu Maghrib.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ustadz Bowo selaku Takmir Masjid Al-Ikhlas Wonorejo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum edukasi sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat.
“Selain sebagai bentuk ketaatan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW, shalat gerhana juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.” Ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Al-Ikhlas Wonorejo Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan syiar Islam dan menghadirkan kegiatan keagamaan yang mencerahkan umat. (Bagas AS).














