Sunday, March 15, 2026
Sunday, March 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Mahasiswa Katholik UMMAD, Hembalina Irma Tasiripoula Raih Best Outfit Ajang Putra Putri Kampus 2026

Must Read

Madiun, liputanmu – Mahasiswa nonmuslim yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) kembali unjuk prestasi. Sebelumnya Kristofora Karoline Kewa, mahasiswa Kristen asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kuliah di Prodi Adminkes UMMAD mampu menjadi Wisudawan Terbaik UMMAD 2025. Dalam rilisnya Senin (02/03/2026).

Kali ini mahasiswa nonmuslim lainnya, mampu mengharumkan almamaternya bahkan di tingkat nasional. Namanya adalah Hembalina Irma Tasiripoula. Mahasiswa Prodi Administrasi Kesehatan semester 4 tersebut merupakan pemeluk agama Katholik.

Dalam ajang Putra Putri Kampus Indonesia (PPKI) yang digelar di Surabaya, 6-8 Februari 2026, Irma, panggilan akrabnya berhasil meraih penghargaan Best Outfit.

Gelaran Putra Putri Kampus Indonesia ini diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswa dari sejumlah provinsi di tanah air. Prestasi Ini menjadi capaian luar biasa bagi mahasiswa kelahiran Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Selatan, 20 tahun yang lalu itu.

Disebut luar biasa mengingat ini menjadi ajang pencarian bakat perdana yang diikut Irma, nama popular, dan langsung memperoleh prestasi.

“Saya tidak menyangka sama sekali bisa meraih Best Outfit PPKI 2026 ini. Ini pertama kali saya ikut ajang putra-putri kampus seperti ini.” Terang Irma.

Irma bercerita bisa ikut Putra Putri Kampus Indonesia 2026 karena diajak Fuad Dwi Artha, mahasiswa Prodi Hukum UMMAD yang juga ketua panitia ajang PPKI. Ia sempat ragu bisa ikut atau tidak karena saat itu ia menjadi penanggungjawab event Duta Kampus UMMAD Fest 2026.

“Awalnya diajak Mas Fuad yang Prodi Hukum itu pas lagi proses event Duta Kampus. Setelah melihat waktunya akhirnya saya bisa ikut eventnya, datang ke Surabaya tanggal 5 Februari malam.” Ujar Irma.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Fuad Danuartha bercerita bahwa memang dirinya yang mengajak Irma ikut PPKI 2026.

“Lalu kita minta dana dari kampus dan dikasih. Saya sampaikan pemahaman bagaimana cara ikut serta lomba PPKI ini. Kemudian berangkat ikut lomba. Hasilnya Alhamdulillah Irma menang saat pertama kali ikut event, tingkat nasional pula.” Ujar Fuad.

Fuad yang juga bekerja di perusahaan event organizer Artha Talenta Management Madiun menyebut keberhasilan Irma tersebut sebagai hal yang sangat baik untuk dirinya dan almamaternya.

“Membawa nama kampus UMMAD, branding UMMAD juga. Lumayan.” Katanya penuh semangat.

Mengenai outfit yang dipakai Irma yang membawa kemenangan sebagai Best Outfit PPKI 2026 itu, Fuad mengungkapkan merupakan busana yang didesain oleh, Arga Wijaya, desainer sekaligus owner Artha Talenta Management.

“Semua outfit yang dipakai peserta bagus. Mungkiin oleh dewan juri semua yang bagus-bagus itu masuk di (outfit yang dipakai) Irma.” Ungkapnya.

Proses Lomba yang Penuh Perjuangan

Proses lomba yang harus dijalani Irma sangat banyak. Mulai dari ikut proses karantina hingga grand final.

Diakui Irma, ia mendapat pengalaman luar biasa selama ikut proses lomba PPKI 2026. Saat proses karantina misalnya, Irma mendapat pelatihan public speaking, wawancara, dance dan kepribadian.

“Saat grand final itu diwawancari dewan juri soal apa alasan mereka mengapa harus memilih dirinya jadi juara PPKI. Dari lomba ini, saya mulai merasa berbeda secara pribadi, jadi tahu bahwa hidup itu harus berjuang, harus percaya diri.” Ujar Irma.

Fuad menerangkan saat karantina, Irma mengikuti banyak kegiatan pengembangan diri. Mulai dari belajar dance (modern dance), berjalan di catwalk, belajar public speaking, menghadapi wawancara, dll.

Saat diatas catwalk ia harus menjalani opening number, memperkenalkan diri didepan banyak orang, dilihat juri, peserta lain dan pemenang tahun yang lalu.

Saat karantina dilatih public speaking agar lancar pronounciation-nya. Mengikuti wawancara mendalam (deep interview) mengenai kepribadiannya seperti apa, layak tidak mengikuti ajang nasional seperti PPKI ini.

“Karena tidak sembarangan orang ikut event seperti ini. Tidak bisa setelah ikut event hanya pansos tidak ada gerakan advokasi apa-apa ya sudah (tidak berhasil jadi individu). Irma mendapat wawasan yang banyak dari ikut event PPKI ini.” Pungkas Fuad. (Joko).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Wonokromo : Selamat Milad Ke-48, Momentum untuk Bergerak Lebih Cepat 

Surabaya, liputanmu – Momentum Semarak Ramadan 1447 H sekaligus Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026), Sekolah Karakter SD...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img