Saturday, April 25, 2026
Saturday, April 25, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

PRM Karangpilang Gelar Kajian Menjelang Berbuka Puasa di Masjid Al-Istiqomah

Must Read

Surabaya, liputanmu – Marhaban ya Ramadhan, dalam rangka meningkatkan pemahaman agama Islam, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangpilang gelar Kajian Menjelang Berbuka Puasa di Masjid Al-Istiqomah pada Ahad (08/03/2026), dengan pemateri Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Wakil Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Dengan mengambil tema; “Menggapai Kemuliaan di Bulan Ramadhan”, diharapkan diakhir Ramadhan 1447 Hijriyah kita mendapatkan kemuliaan sebagai hamba Allah SWT dengan predikat paling bertakwa, dimana hubungan dengan Allah SWT (Hablum Minallah) baik dan sesama manusia (Hablum Minannas) juga baik.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PRM Karangpilang Ustadz Ahmad Aunul Ilah, S.Pd., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara tersebut. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas supportnya sehingga acara ini berjalan lancar.

“Maturnuwun atas supportnya, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan yang lebih baik.” Ujarnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas karunia-Nya sehingga kita bisa bersilaturrahim dalam majelis ini, Kajian Menjelang Berbuka di Masjid Al-Istiqomah dan bulan Ramadhan yang mulia ini.

Ia kemudian menyampaikan 4 hal penting sebagai refleksi supaya menjadi pribadi yang semakin bertakwa kepada Allah SWT di bulan Ramadhan 1447 ini, yakni:

Pertama, Meningkatkan kualitas keimanan kepada Allah SWT; Mari kita niatkan ikhlas karena Allah SWT segala apa yang kita lakukan, sehingga semua amal kita lakukan bernilai ibadah dihadapan Allah SWT.

“Jangan sampai apa yang kita lakukan, karena ingin dipuji manusia sebagai orang yang baik, sholeh, maka amal kita akan sia-sia dihadapan Allah SWT.” Ujarnya.

Kedua, Bersyukur kepada Allah SWT setiap waktu; Dalam kesempatan yang mulia di bulan yang mulia ini, kita mensyukuri nikmat Allah SWT, dengan jalan mendayagunakan segala yang diberikan untuk semakin dekat kepada-Nya.

“Jangan sampai harta, jabatan, ilmu, dll semakin menjauh kita dari kasih sayang Allah SWT. Ingatlah bahwa semua itu adalah amanah, itu adalah titipan dari Allah SWT, akan dimintai pertanggungjawaban serta akan diambil kembali.” Ungkapnya.

Ketiga, Meneladani Rasulullah Muhammad SAW; Mari kita kembali kepada keteladanan utama kita, yaitu Rasulullah Muhammad SAW yang telah memberikan keteladanan dalam segala aspek kehidupan, baik dalam dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan negara.

“Beliau adalah teladan utama dan sempurna, yang jamin langsung Allah SWT dalam Al-Qur’an, yang mestinya kita ikuti sehingga kita bisa bahagia dunia dan akhirat sesuai doa kita, yang secara ideal kita ingin bahagia dunia dan akhirat serta dijauhkan dari siksa api neraka. Jadi, langsung masuk surga-Nya tanpa merasakan siksa api neraka.” Jelasnya.

Keempat, Kemuliaan bagi seorang hamba Allah SWT; Ini adalah bulan Ramadhan, bulan penuh kemuliaan dari Allah SWT, maka marilah kita isi bulan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya sehingga kita menjadi pribadi yang mulia, pribadi yang semakin bertakwa.

“Hal ini sesuai dengan tujuan akhir Ramadhan yakni menjadi pribadi yang semakin bertakwa kepada Allah SWT. Jadi, kalau puasa kita tidak semakin meningkat kualitas keimanan dan ketaqwaan di bulan Ramadhan, maka puasa kita hanya akan mendapatkan haus dan lapar seperti hadits Rasulullah SAW.” Katanya.

Lebih lanjut, Ustadz Salman juga menjelaskan bahwa orang yang bertakwa, yang mendapatkan kemuliaan itu, bukan orang yang tidak pernah salah dalam hidupnya, tapi orang yang mulia itu adalah ketika salah, iya segera sadar, beristighfar minta ampunan Allah SWT.

“Karena sadarlah bahwa kita ini manusia pasti ada salahnya, baik sengaja atau tidak, maka dengan kesadaran itu, kita menjadi manusia yang semakin baik, tidak mudah menyalahkan, tapi justru mudah memaafkan.” Urainya.

Allah SWT berfirman di alam Al-Qur’an dalam surat Ali Imran 133 :

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya :“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133).

“Melalui ayat ini menggambarkan bahwa manusia itu pasti adalah salahnya, dan kalau salah segera mohon ampunan kepada Allah SWT. Ayat ini juga memberikan penegasan bahwa Allah SWT Maha Pengampun.” Tandasnya.

Ia juga mengatakan bahwa Allah SWT itu ingin hambanya bisa kembali kepada rumah aslinya, yakni surga yang digambarkan bahwa surga yang telah diciptakan adalah seluas langit dan bumi, yang itu diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.

“Jadi ini penegasan, Allah siapkan surga yang luas, muat untuk semua manusia, bagi yang mau. Yang pasti masuk surga adalah yang beriman dan beragam Islam, meskipun masuknya macam-macam waktu dan surganya, ada yang langsung, ada yang pertengahan tergantung amal kita.” Ungkapnya.

Sedangkan siapa yang bertakwa yang dimaksud, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam ayat berikutnya:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya :“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134).

Ada tiga ciri orang yang bertakwa, orang yang mulia disisi Allah SWT, yakni:

Pertama, Orang yang gemar berinfaq; Ahli beramal, bershadaqah, berinfaq, suka menolong, suka berbagi, dermawan, baik dalam keadaan lapang dan sempit.

“Nah, biasakan ini dalam kehidupan kita, jangan menunggu kaya, sukses, karena semua ini sudah ada takdirnya, kita ini menjalani takdir, kita hanya ikhtiar menjadi yang terbaik. Di bulan Ramadhan marilah kita tarbiyah diri kita menjadi pribadi yang gemar berinfaq dalam keadaan apapun.” Ujarnya.

Kedua, Menahan amarah; Ini penting sekali, apalagi di bulan Ramadhan ini, dimana puasa diartikan sebagai imsakun, yang artinya menahan diri, yang merupakan salah satu rukun puasa.

Imsakun alias menahan diri adalah rukun puasa, maka kalau kita tidak mampu menahan diri, maka puasa kita sia-sia. Menahan makan dan minum semua bisa, tapi menahan dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa itu yang sulit.” Tandasnya.

Ketiga, Pemaaf; Kita harus sadar bahwa diri kita ini pasti salah, maka seyogyanya kita saling memaafkan sehingga kita menjadi pribadi yang penuh kebaikan. Ingat banyak diantara kita yang masuk neraka, karena kesalahan sesamanya, yang tidak mungkin dimaafkan oleh Allah SWT.

“Marilah jadi manusia yang mulia, bertakwa, yang penuh kebaikan, baik kepada Allah SWT dan sesama manusia, yang oleh Allah SWT menyebutnya sebagai Ihsan, manusia yang penuh kebaikan karena Allah SWT.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Kartini Menginspirasi, Panggung Pelajar Spemsa Menyalakan Semangat Perubahan

Surabaya, liputanmu - Aula SMP Muhammadiyah 1 (Spemsa) Surabaya pagi itu tak sekadar menjadi ruang berkumpul, tetapi berubah menjadi...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img