Monday, April 27, 2026
Monday, April 27, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Nuzulul Qur’an

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Nuzulul Qur’an

Oleh Ustadz Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

(Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

Secara bahasa, Nuzulul Qur’an adalah turunnya Al-Qur’an. Di Indonesia, Nuzulul Qur’an diperingati oleh umat Islam dan menjadi hari besar agama yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Sependek pengetahuan penulis, peringatan seperti itu hanya ada di Indonesia saja.

Hal demikian, menunjukkan betapa besar komitmen dan dukungan Pemerintah terhadap umat beragama, termasuk umat Islam.

Dari sudut pandang historis dan teologis, ada empat proses turunnya Al-Qur’an, yakni:

Pertama, Turunnya Al-Qur’an dari sidrat al-muntaha ke langit dunia. Al-Qur’an turunnya sekaligus dengan susunan lengkap.

“Sebagian ahli tafsir menyebut peristiwa itu sebagai Lailatul Qadar”

Kedua, Proses turunnya Al-Qur’an dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaraan Malaikat Jibril. Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur selama lebih dari 22 tahun (610-6232 M).

Surat Al-Alaq 96 : 1-5 turun pertama kali pada 17 Ramadan ketika Nabi Muhammad SAW bertahannus di Gua Hira. Ayat terakhir diturunkan adalah Surat Al-Maidah 5 : 3 ketika Nabi Muhammad SAW sedang melaksanakan Haji Wada (perpisahan).

“Wahyu pertama ini sekaligus menandai diangkatnya Muhammad sebagai Rasulullah”

Ketiga, Proses ketika Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan wahyu yang diterima kepada para sahabat dan memerintahkan mereka untuk menulis di berbagai media. Para sahabat menulis dalam bentuk simbol-simbol di media yang beragam seperti pelepah kurma, tulang, dsb.

Para sahabat yang mendengar dari Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada sahabat lain.

“Proses ini menjadi awal tradisi membaca dan menulis, tradisi belajar dan awal pendidikan di dunia Islam”

Keempat, Proses dimana umat Islam melaksanakan tilawatil Qur’an. Menurut Abdullah Yusuf Ali (1872 -1953) dalam The Meaning of The Holy Qur’an (1995), tilawatil Qur’an memiliki empat kesatuan proses:

  • Membaca, memahami.
  • Mengamalkan secara pribadi.
  • Mendakwahkan, membumikan.
  • Membuktikan kebenaran Al-Qur’an dalam kehidupan.

Secara historis dan teologis, tiga proses pertama telah usai. Yang harus dilakukan adalah proses keempat. Proses ini tiada pernah berakhir.

“Ramadan adalah bulan Nuzulul Qur’an dan tilawatil Qur’an, bulan edukasi dimana kita belajar dan mengajarkan Al-Qur’an”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang belajar dan mengajar Al-Qur’an”. (HR. Bukhari dari Usman bin Affan).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Upaya Wujudkan Kader Berkarakter Mulia, Spemsa Gelar Pesantren Jum’at Sabtu

Surabaya, liputanmu - Upaya wujudkan kader berkarakter mulia, SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa) pada Jumat hingga Sabtu, 24–25 April...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img