Surabaya, liputanmu – Gema Surah Al-Ma’un tidak sekadar melantun di sela riuh rendah aktivitas sore di Jl. Mojo Kidul No. 3. Di halaman KB ABA 12, ayat-ayat tersebut mewujud dalam aksi nyata. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gubeng menggelar kolaborasi lintas majelis dalam tajuk Buka Bersama dan Santunan Yatim-Dhuafa. Ahad (08/03/2026).
Acara ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan. Ini adalah orkestrasi empati yang melibatkan Majelis Tabligh dan Ketarjihan, Majelis Kesehatan, Majelis Kesejahteraan Sosial, serta Majelis Kader. Kehadiran para tokoh dari Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) turut menambah energi muda dalam barisan filantropi tersebut.
Diplomasi Kesehatan di Meja Puasa
Salah satu magnet utama acara ini adalah kehadiran narasumber kompeten, yakni Ustadzah Ira Purnamasari, S.Kep., Ns., M.Kep., akademisi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) sekaligus Pimpinan Majelis Kesehatan PCA Gubeng ini mengupas tuntas; “Manfaat Puasa dari Segi Kesehatan”.
Paparannya mengubah perspektif audiens, bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan mekanisme detoksifikasi medis yang selaras dengan tuntunan syariat. Diskusi berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme warga ‘Aisyiyah dalam menyelaraskan aspek spiritual dan jasmani.
Pesan Optimisme dari Sang Ketua
Dalam sambutannya, Ustadzah Erniwati, Ketua PCA Gubeng menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ustadzah Dra. Hj. Sulianah selaku Koordinator Bidang yang menjadi arsitek di balik suksesnya kolaborasi ini. Ia juga menitipkan pesan menyentuh bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang hadir.
“Jangan berkecil hati. Kalian harus fight, harus sehat, pintar, berakhlak mulia, dan wajib sukses.” Tegasnya di hadapan para penerima manfaat.
Senada dengan itu, Ustadzah Dra. Hj. Sulianah, menekankan bahwa kegiatan ini adalah upaya kolektif untuk membumikan Al-Ma’un—merawat kebersamaan sekaligus mempertebal keimanan melalui berbagi.
Ritual sore itu ditutup dengan momen yang paling dinanti, yakni pembagian bingkisan kasih untuk anak yatim dan dhuafa. Saat azan Maghrib berkumandang, suasana hangat menyelimuti prosesi buka bersama yang dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah.
Di balik kesederhanaan Jl. Mojo Kidul, PCA Gubeng kembali membuktikan bahwa tangan-tangan yang bergerak bersama dalam dakwah sosial akan selalu membawa dampak kebaikan yang jauh melampaui angka-angka donasi. Indahnya berbagi, nyatanya memang membawa keberkahan bagi semua. (Nur).














