Surabaya, liputanmu – Waktu mungkin telah membawa kita melangkah jauh dari gerbang Sekolah. Ada yang mengejar mimpi di kota seberang, ada yang sedang berjuang membangun karier, dan ada pula yang telah memetik buah kesuksesan.
Namun, sehebat apa pun kita hari ini, ada satu tempat yang menjadi saksi bisu tempat karakter kita ditempa: Sekolah kita. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd., dalam Silaturrahim dan Halal Bi Halal kultural guru, karyawan dan alumni Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya. Sabtu (28/03/2026).
Silaturrahim Kultural bukan Sekadar Reuni
“Kebersamaan alumni bukan hanya soal mengenang masa lalu atau menertawakan kenakalan masa remaja. Ini adalah tentang kekuatan jejaring.” Ujar Ustadz Barid, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketika ribuan alumni bersatu, kita membentuk sebuah ekosistem yang luar biasa—mulai dari berbagi peluang kerja, bimbingan karier bagi lulusan muda, hingga kolaborasi bisnis.
Mengapa Almamater Membutuhkan Kita?
Ustadz Barid juga mengingatkan bahwa Sekolah yang besar bukan hanya dilihat dari gedung yang megah, melainkan dari jejak pengabdian alumninya.
“Kontribusi kita, sekecil apa pun itu, adalah napas baru bagi adik-adik kelas kita. Ada tiga hal yang mestinya menjadi renungan kita, yakni; Pertama, Berbagi Ilmu; Menjadi mentor atau pengajar tamu.” Ungkapnya.
Kedua, Dukungan Sarana; Membantu renovasi fasilitas atau pengadaan teknologi belajar.
Ketiga, Beasiswa; Membuka jalan bagi mereka yang berprestasi namun terkendala ekonomi.
Pentingnya Merajut Kembali yang Terurai
Di akhir pernyataannya, Ustadz Barid mengajak untuk sisihkan sejenak ego dan kesibukan, dan merajut kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat merenggang karena jarak dan waktu.
“Sekolah adalah rumah yang selalu terbuka untuk kita pulang.” Tandasnya.
Namun, tambahnya, bahwa kali ini kita tidak datang sebagai siswa yang meminta ilmu, melainkan sebagai keluarga yang siap memberi dukungan.
“Sekolah adalah akar, dan kita adalah dahan-dahannya yang tumbuh ke langit. Namun jangan lupa, dahan hanya akan tetap kuat jika akarnya tetap terjaga.” Tegasnya.
Langkah Nyata yang Seharusnya
Ustadz Barid juga mengatakan untuk mulai dengan langkah sederhana:
- Update Data: Pastikan kita terhubung dalam database alumni yang solid.
- Hadir & Berpartisipasi: Ramaikan setiap agenda temu kangen atau forum diskusi alumni.
- Aksi Sosial: Berkontribusi dalam program-program pengembangan sekolah yang sedang berjalan.
“Mari bersinergi. Karena bersama, kita tidak hanya bernostalgia, tapi juga mencetak sejarah baru bagi almamater tercinta.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














