Thursday, April 9, 2026
Thursday, April 9, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Konsep Rezeki: Antara Jaminan Allah dan Kewajiban Ikhtiar

Must Read

Konsep Rezeki: Antara Jaminan Allah dan Kewajiban Ikhtiar

Oleh Ustadz  Ir. Lukman 

(Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Dalam pandangan Islam, persoalan rezeki merupakan salah satu pilar keimanan yang sangat mendasar. Allah SWT telah menegaskan jaminan-Nya atas keberlangsungan hidup setiap makhluk melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an :

وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya :“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Hud 11: Ayat 6).

Ayat ini memberikan ketenangan batin bagi setiap hamba bahwa tidak ada satu pun nyawa yang akan melayang sebelum jatah rezekinya digenapkan. Namun, jaminan ini seringkali disalahpahami sebagai alasan untuk berpangku tangan. Mari kita bedah lebih dalam hakikat di balik jaminan rezeki tersebut.

Pertama, Jaminan Bukan Berarti Tanpa Usaha: Jaminan Allah terhadap rezeki bukanlah sebuah cek kosong yang cair tanpa proses. Allah SWT menyediakan sarana-sarana yang memungkinkan rezeki itu sampai ke tangan manusia. Sarana tersebut meliputi:

  • Sumber Daya Alam: Segala sesuatu yang diciptakan di bumi untuk kebutuhan manusia.
  • Akal dan Ilmu: Kemampuan untuk berpikir, merancang, dan memecahkan masalah.
  • Hasrat (Motivasi): Dorongan dalam diri manusia untuk mencari kesejahteraan.

“Allah memberikan instrumen-instrumen ini agar manusia dapat mengolah apa yang telah disediakan-Nya di alam semesta”

Kedua, Esensi Kata Dabbah: Hakikat Bergerak. Hal yang sangat menarik untuk diperhatikan dalam QS. Hud ayat 6 adalah penggunaan kata Dabbah.

Secara etimologis, Dabbah berarti binatang melata atau segala sesuatu yang bergerak/merangkak di atas bumi. Penyebutan ini mengandung pesan simbolis yang sangat kuat:

  • Fungsi Sesuai Sebutan: Jika makhluk disebut Dabbah (yang bergerak), maka ia harus berfungsi sesuai sebutannya. Seekor hewan tidak akan mendapatkan makanannya jika ia hanya berdiam diri di lubangnya.
  • Ikhtiar adalah Syarat: Manusia, sebagai bagian dari makhluk yang bergerak, diperintahkan untuk tidak tinggal diam menanti rezeki jatuh dari langit. Rezeki Allah tersebar di seluruh penjuru bumi, dan untuk “menemuinya”, manusia harus bergerak.

Ketiga, Rezeki dalam Gerak (Ikhtiar). Gerak atau ikhtiar adalah jembatan antara jaminan Allah dan kenyataan perolehan rezeki. Dalam Islam, ikhtiar bukan sekadar upaya fisik, melainkan bentuk ibadah dan ketaatan kepada perintah Allah untuk memakmurkan bumi.

Ketika seseorang bergerak (bekerja, berniaga, atau berkarya), ia sedang menjemput janji Allah. Gerak inilah yang mengaktifkan potensi akal dan ilmu yang telah dianugerahkan-Nya. Rezeki Allah akan ditemui dalam setiap peluh dan langkah mereka yang mau berusaha.

“Keyakinan bahwa Allah menjamin rezeki harus melahirkan optimisme, bukan kemalasan”

Dengan memahami hakikat diri sebagai Dabbah yang berarti makhluk yang bergerak, kita menyadari bahwa tawakal yang sejati adalah bekerja sekuat tenaga dengan raga, sementara hati tetap tenang bersandar pada jaminan-Nya. Rezeki adalah kepastian, namun ikhtiar adalah kewajiban.

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Inspirasi Kehidupan : Penerus Semangat Salman Alfarizi Menolak Tunduk

Inspirasi Kehidupan : Penerus Semangat Salman Alfarizi Menolak Tunduk Oleh Ustadz Ir. Luman  (Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo) "Sekiranya iman itu ter...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img