Jakarta, liputanmu – Ketua Umum, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., didampingi jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lainnya, menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi pada Selasa (07/04/2026) di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta Pusat.
“PP Muhammadiyah menyampaikan bela sungkawa atas perang dan tragedi kemanusiaan di Iran akhir-akhir ini. Namun di sisi lain, kita optimis perang di berbagai belahan bumi manapun untuk segera diakhiri atas nama kemanusiaan dan perdamaian.” Tutur Ketum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., dilansir dari laman resmi media sosial miliknya.
Lebih lanjut, Prof. Haedar, menegaskan bahwa bagi kami peristiwa atau tragedi ini bukan menyangkut Iran sebagai entitas bangsa atau negara yang semata-mata Islam, tapi jauh lebih daripada itu Iran yang merdeka dan berdaulat, semua berhak hidup damai, tanpa serangan oleh siapapun dan atas nama apapun.
“Perang dan agresi militer dari satu negara ke negara lain bukan hanya menghancurkan entitas satu negara, melainkan juga menghancurkan sebuah peradaban.” Tandas Prof. Haedar.
Selain itu, tambahnya Prof. Haedar, sangat menyayangkan dan sangat prihatin bahwa terjadinya agresi yang tidak bisa dihentikan oleh Hukum Internasional menunjukkan gelapnya peradaban modern kini.
“Maka PP Muhammadiyah menyampaikan simpati, kepedulian, dan juga menyampaikan keprihatinan, sekaligus juga kami percaya Iran mampu keluar dari tragedi yang merusak peradaban ini dan nantinya akan tumbuh menjadi negara yang kuat.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














