Madiun, liputanmu – Proposal penelitian dosen Prodi Ilmu Aktuaria Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) atas nama Rhavida Anniza Andyani, M.Stat., berhasil memperoleh hibah pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Proposal penelitian dari Rhavida tersebut berjudul Klasterisasi Wilayah Risiko Bencana Hidrometeorologi Daerah Madiun menggunakan metode K-Means dan Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan hasil klaster.
Menurutnya, fokus penelitian yang akan ia lakukan adalah pembagian atau klasterisasi wilayah risiko bencana hidrometeorologi daerah Madiun. Sebab klasterisasi ini dibutuhkan agar risiko bencana dapat dipetakan lebih tajam sehingga penanganan jadi lebih terfokus, terkoordinasi, efisien, baik untuk mitigasi maupun tanggap darurat.
Rhavida menyampaikan bahwa proposal penelitiannya yang memperoleh pendanaan dari Kemendiktisaintek tersebut berkategori penelitian dosen pemula. Ia juga mengaku sangat terkejut dan mengucap syukur dengan raihannya tersebut.
Terkejut karena ia menjadi salah satu penerima hibah dana penelitian dari Kemendiktisaintek ditengah menurunnya pemberian hibah dana riset dari pemerintah tahun ini.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa lolos hibah. Tahun ini ada 104 ribu proposal yang masuk dan 18 ribu yang diterima. Saya tidak menyangka dan tentunya ada rasa bangga tersendiri bisa menjadi salah satu di antaranya yang lolos.” Terang Rhavida.
Ia juga mengatakan bahwa makin tidak menduga mengingat proses submitted proposal yang waktunya sangat padat dengan proses pembuatan proposal mendekati deadline.
“Beruntung ada sedikit perpanjangan waktu untuk bisa menyempurnakan proposal. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung.” Jelas Rhavida.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., memberikan apresiasi atas keberhasilan para dosen dalam program yang sangat kompetitif ini. Ia juga menegaskan bahwa riset menjadi bagian penting dari Tridarma Perguruan Tinggi.
“Tumbuhnya budaya riset akan meningkatkan atmosfer akademik di UMMAD. Ini menjadi bagian penting transformatif menuju unggul.” Jelas Prof. Sofyan Anif. (Humas/Joko).














