Tuesday, July 14, 2026
Tuesday, July 14, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Yang Muda Berkarya: Melanjutkan Estafet Perjuangan dengan Integritas

Must Read

Yang Muda Berkarya: Melanjutkan Estafet Perjuangan dengan Integritas

Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

(Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Perjalanan sebuah organisasi atau pergerakan adalah maraton panjang, bukan sprint pendek. Di setiap titik estafet, peran generasi muda menjadi krusial. Bukan sekadar sebagai pelanjut, namun sebagai penyempurna yang membawa energi baru, perspektif segar, dan inovasi yang relevan dengan zaman.

“Dalam Persyarikatan Muhammadiyah sering dikenal sebagai 3P; Pelopor, Pelangsung dan Penyempurna, maka kader harus siap menjadi 3P”

Namun, semangat muda yang meluap-luap sering kali berbenturan dengan nilai-nilai yang telah diletakkan oleh para senior. Di sinilah pentingnya memahami esensi dari prinsip: “Kader Kudu Nurut, Nurut Seng Bener.”

Memaknai: Kader Kudu Nurut

Dalam konteks organisasi yang sehat, nurut bukan berarti menjadi pengikut buta atau mematikan daya kritis. Nurut dalam konteks ini adalah bentuk kedisiplinan, penghormatan terhadap hierarki, dan kepercayaan pada proses transfer ilmu.

Senior adalah mereka yang telah menempuh jalan lebih jauh, merasakan jatuh bangun yang mungkin belum kita alami, dan menyimpan peta perjuangan di dalam ingatan mereka.

“Nurut di sini berarti membuka diri untuk mendengar pengalaman, belajar dari kesalahan mereka, dan menghargai fondasi yang telah mereka bangun dengan susah payah”

Menegaskan: Nurut Seng Bener

Poin krusialnya terletak pada frasa Seng Bener (yang benar). Ini adalah batasan etis dan intelektual bagi setiap kader muda:

Pertama, Kritis dan Objektif: Kita diperintahkan untuk nurut pada nilai, visi, dan arahan strategis yang benar, bukan nurut pada kepentingan pribadi atau penyimpangan.

“Jika arahan senior dirasa melenceng dari visi besar organisasi atau nilai kebenaran, kader muda yang berintegritas justru harus berani memberikan masukan dengan cara yang santun dan konstruktif”

Kedua, Berbasis Data dan Logika: Nurut yang benar adalah nurut yang didasarkan pada diskusi, argumen yang kuat, dan keselarasan dengan perkembangan zaman.

Ketiga, Menjaga Marwah: Nurut bukan berarti manut tanpa arah. Nurut yang benar berarti kita memahami arah gerak organisasi dan berkontribusi secara nyata di dalamnya, bukan sekadar menjadi pengikut di belakang layar.

Sinergi Antargenerasi: Kunci Keberlanjutan, Jangan Lama Memimpin 

Perjuangan tidak akan pernah mencapai puncaknya jika terjadi jurang pemisah antara senior dan junior.

  • Bagi Senior: Penting untuk memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan bagi anak muda untuk berkreasi, meskipun harus sesekali diingatkan agar tidak keluar dari rel.
  • Bagi Junior: Penting untuk memiliki kerendahan hati (humility). Ingatlah bahwa pengalaman senior adalah pelajaran yang paling efisien, yang akan menghemat waktu kita dalam mencapai tujuan.

Berkarya dengan Adab, Mengalah Lebih Bermakna 

Menjadi muda bukan alasan untuk merasa paling benar, pun menjadi senior bukan alasan untuk antikritik. Melanjutkan misi perjuangan berarti kita harus mampu memadukan pengalaman (wisdom) dari senior dengan inovasi (energy) dari yang muda.

Jadilah kader yang cerdas, yang tahu kapan harus mendengarkan dengan takzim, dan tahu kapan harus bersuara demi kebenaran. Karena pada akhirnya, “nurut seng bener” adalah bentuk tertinggi dari loyalitas seorang kader yang ingin organisasinya tetap tegak berdiri melintasi zaman.

“Teruslah bergerak, teruslah berkarya, karena estafet perjuangan kini ada di tangan kita. Walaupun harus antre, intinya kaderisasi itu penting, jangan lama memimpin, lupa usia yang semakin hilang oleh takdir. Ingat firman Allah SWT dalam surat An-nisa ayat 9”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Menyongsong Regenerasi Kepemimpinan, Sekretaris PCM Wonokromo Ajak Kader Terbaik Smamga Berfastabiqul Khairat

Surabaya, liputanmu – Menjelang berakhirnya masa jabatan Kepala Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya dalam...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img