Tuesday, July 21, 2026
Tuesday, July 21, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Nobar Piala Dunia 2026, yang Menghubungkan Stadion dengan Sajadah

Must Read

Surabaya, liputanmu – Di berbagai penjuru dunia, jutaan pasang mata terpaku pada Final Piala Dunia FIFA 2026. Ribuan lokasi menggelar nonton bareng (nobar), dipenuhi sorak kemenangan dan euforia sepak bola. Namun, ada satu nobar yang menarik dengan menghadirkan pengalaman berbeda—menggabungkan semangat olahraga dengan nilai-nilai keislaman.

Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Wonokromo punya acara, bertempat di Lapangan Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung Surabaya, pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 01.00 WIB, ratusan peserta berkumpul menikmati laga final sepak bola paling bergengsi di dunia.

Panitia bahkan menyiapkan konsumsi gratis dan doorprize, menghadirkan suasana hangat penuh kebersamaan. Di sela-sela acara, peserta menikmati hidangan sederhana seperti pelo pendem dan kopi, yang membuat malam terasa akrab dan penuh kekeluargaan.

Diawal sebelum pertandingan mulai, peserta diajak menyimak tausyiah yang disampaikan Ustadz Carlos Abu Hamzah dengan tema; “Olahraga dalam Islam: Bukan Sekadar Hiburan.”

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Carlos Abu Hamzah, yang juga anggota Bikersmu Chapter Surabaya menjelaskan bahwa Islam tidak memandang olahraga sebagai aktivitas membuang waktu.

“Justru olahraga adalah bagian dari ikhtiar menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan, melatih disiplin, sportivitas, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.” Ujarnya.

Karena itu, lanjut Ustadz Carlos Abu Hamzah, bahwa Islam tidak melarang olahraga, bahkan menganjurkannya selama dilakukan secara proporsional dan bernilai ibadah.

Ketika azan Subuh berkumandang, euforia pertandingan berganti dengan kekhusyukan. Seluruh peserta berwudu dan berdiri dalam saf untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah. Dari layar raksasa menuju sajadah, dari sorak kemenangan menuju doa, malam itu menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati bukan hanya di stadion, tetapi juga di hadapan Allah.

Sebagai penutup, Ustadz Carlos menyampaikan sebuah syair yang begitu menyentuh hati:

Meski bola bundar berpindah kaki, Ubun-ubun kita tetap satu tujuan hati.

Sorak sorai jangan lupakan sujud pagi, sebab kemenangan hakiki ada di sisi Ilahi Rabbi.

“Itulah wajah dakwah Muhammadiyah yang merangkul, bukan menjauhkan. Menjadikan sepak bola sebagai media silaturahmi, tausiah sebagai cahaya ilmu, dan shalat berjamaah sebagai puncak kemenangan.” Tegasnya.

Karena pada akhirnya, trofi dunia hanya bertahan sementara, tetapi kemenangan yang diraih dengan menjaga hubungan kepada Allah akan bernilai hingga akhirat. Viva Spanyol, yang menanduk Argentina menang tipis 1- 0. (Taufikhi).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Outbond Ceria Pererat Persaudaraan Murid Baru SMP Muhammadiyah 4 Balen, Bojonegoro

Bojonegoro, liputanmu – Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai penutupan Forum Ta'aruf dan Orientasi (FORTASI) SMP Muhammadiyah 4 Balen...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img