Bojonegoro, liputanmu – Pawai Tunas Athfal IGA Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat, Sabtu (08/08/2026). Kegiatan yang diikuti peserta didik Tunas Athfal bersama para pendamping tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan keceriaan, kebersamaan, kedisiplinan, sekaligus pendidikan karakter anak sejak usia dini.
Pawai dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, H. Ichwanuddin, bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bojonegoro, Hj. Yuliati. Kehadiran Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memberikan dukungan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan.
Usai pembukaan, rombongan pawai diberangkatkan oleh Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Bojonegoro, Ramanda Suyuthi. Dengan mengenakan seragam dan berbagai atribut kepanduan, para peserta tampil penuh antusias.
Keceriaan anak-anak semakin menambah semarak suasana sepanjang perjalanan. Pawai mengambil rute dari Kompleks Gedung PDM Bojonegoro menuju arah Stadion Jenderal Bojonegoro.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kwarda HW Bojonegoro, Ramanda Ahmad Syafii, mengatakan kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam proses pembentukan karakter anak. Menurutnya, kegiatan kepanduan yang dikemas dalam suasana ceria dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar disiplin, bekerja sama, berani tampil, dan membangun rasa percaya diri.
“Pawai seperti ini bukan sekadar kegiatan untuk bersenang-senang. Di dalamnya ada proses pendidikan karakter. Anak-anak belajar berjalan bersama, mengikuti aturan, menjaga kebersamaan, dan berani tampil di depan masyarakat.” Ujar Ahmad Syafii.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengalaman positif yang diperoleh anak sejak usia dini akan menjadi bagian dari proses pembentukan kepribadian mereka. Karena itu, kegiatan Tunas Athfal perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai dengan dunia anak.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak merasa gembira sekaligus mendapatkan pengalaman yang membentuk karakter. Dari kegiatan sederhana seperti pawai, mereka belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian.” Ungkapnya.
Kemeriahan pawai semakin terasa dengan penampilan Drumband Tunas Bhaskara Kwarda HW Bojonegoro yang mengiringi perjalanan peserta. Tabuhan drum, atraksi, dan semangat para personel drumband menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun masyarakat yang menyaksikan. (Ahmad Syafii).














