Malang, liputanmu — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah Pimpinan Daerah (Pimda) 226 Kota Batu menghadirkan terobosan inspiratif dalam syiar dan pembinaan kader.
Di bawah kepemimpinan Ketua Pimda 226 Kota Batu, Ponco Dosokukuh, P.Ma., Tapak Suci sukses menggelar kolaborasi apik dengan kesenian tradisional reog yang tergabung di dalam wadah seni Bramantyo Kota Batu. Tampil memukau di pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) 2 di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang pada Senin (21/09/2026).
Pementasan kolaboratif ini dipandegani langsung oleh Rafi, sosok muda berbakat yang juga dikenal sebagai dalang cilik sejak masih duduk di bangku SD Muhammadiyah 4 (SDM 4) Batu.
Dakwah Kultural dan Ruang Kreativitas Generasi Muda
Kolaborasi lintas seni ini bukan tanpa tujuan. Ponco Dosokukuh, P.Ma., menjelaskan bahwa inisiatif tersebut dilandasi oleh motivasi kuat untuk merangkul dan menggaet anak-anak muda serta masyarakat luas yang belum tergabung secara formal di dalam latihan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
“Melalui pendekatan seni tradisional, bakat dan potensi anak-anak muda di Kota Batu dapat tersalurkan secara positif.” Tuturnya kepada media online liputanmu.net, setelah tampilan anak didiknya.

Menurutnya, langkah strategis ini juga menjadi wujud nyata dari pelaksanaan dakwah kultural Muhammadiyah, di mana nilai-nilai Islam disyiarkan secara santun dengan merangkul kekayaan seni dan budaya lokal.
“Upaya ini adalah bagian dari dakwah kultural Muhammadiyah Kota Batu, untuk mencerahkan masyarakat khususnya bagi anak-anak muda, sehingga lebih dekat dengan agama.” Tandasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dengan memadukan kedisiplinan seni bela diri serta kelestarian budaya bangsa, para santri dan generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi kader Pemimpin yang religius, mandiri, dan berprestasi, tetapi juga memiliki kecintaan yang tinggi terhadap budaya nusantara.
“Ke depannya, kami akan memasukkan program ini ke dalam Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PDM Kota Batu, sehingga terbina dengan baik.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














