Bojonegoro, liputanmu — Upaya memperkuat tata kelola organisasi terus dilakukan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Balen. Salah satunya melalui Lomba Tertib Administrasi Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Balen yang digelar pada Sabtu, 5 September 2026, di Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang diikuti oleh delapan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) tersebut mengusung tema; “Tertib Administrasi sebagai Pilar Tata Kelola Organisasi ‘Aisyiyah.”
Lomba ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari ranting dengan administrasi terbaik. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang bersama untuk melakukan evaluasi, pembenahan, sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya administrasi dalam menunjang keberlangsungan organisasi.
Delapan ranting yang berpartisipasi terdiri dari PRA Bulu, Kenep, Penganten, Pohbogo, Kemamang, Ngadiluhur, Balen, dan Margomulyo.
Tiga Dewan Juri Turun Langsung Melakukan Penilaian
Untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif, PCA Balen menghadirkan tiga dewan juri, yakni Any Badriyah, Lasning, dan Ida Novitasari.
Para juri melakukan penilaian terhadap administrasi yang dimiliki masing-masing ranting. Penilaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi agar setiap ranting terus melakukan perbaikan dan membangun sistem administrasi organisasi yang lebih tertib dan sistematis.
Setelah melalui proses penilaian, akhirnya ditetapkan tiga ranting terbaik dalam Lomba Tertib Administrasi Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Balen.
PRA Penganten berhasil meraih posisi pertama dengan perolehan nilai 323. Posisi kedua ditempati PRA Bulu dengan nilai 320, sedangkan PRA Pohbogo meraih juara ketiga dengan nilai 314.
Hasil tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Panitia, Khoerul Isnaeni, di hadapan seluruh peserta.
Apresiasi untuk Seluruh Ranting
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Khoerul Isnaeni menyampaikan apresiasi kepada seluruh ranting yang telah mengikuti kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada delapan ranting yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu Ranting Bulu, Kenep, Penganten, Pohbogo, Kemamang, Ngadiluhur, Balen, dan Margomulyo.” Ungkapnya.
Menurutnya, keikutsertaan seluruh ranting menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan. Semangat untuk berbenah dan meningkatkan kualitas administrasi diharapkan tidak berhenti setelah lomba selesai, tetapi terus menjadi budaya dalam menjalankan organisasi.
Administrasi sebagai Bagian dari Kemajuan Organisasi
Sementara itu, Ketua PCA Balen, Jami’atul Maftuhah, juga menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai sarana evaluasi dan perbaikan administrasi organisasi.
“Kegiatan ini dilakukan agar ke depannya administrasinya semakin baik dan ada kemajuan.” Ujarnya.
Sementara itu, menjelang penutupan, salah satu dewan juri, Ida Novitasari, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PDA Bojonegoro, memberikan arahan kepada seluruh peserta.
Ia menyampaikan bahwa penyusunan program kerja hendaknya mengacu pada Tanfidz Cabang dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing ranting.
Selain itu, program kerja juga diharapkan disusun menggunakan logframe (logical framework). Dengan demikian, setiap program dapat direncanakan dengan lebih terarah serta memudahkan proses pemantauan dan pengukuran ketercapaian program.
Menjadikan Lomba sebagai Momentum Berbenah
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, kebersamaan, dan kekeluargaan. Masing-masing ranting menunjukkan keseriusan dalam menampilkan dan mempertanggungjawabkan administrasi organisasi yang telah dikelola.
Pada akhirnya, lomba ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Balen untuk saling belajar, mengevaluasi, dan berbenah.
Dengan administrasi yang semakin tertib, diharapkan tata kelola organisasi ‘Aisyiyah di tingkat ranting semakin kuat, terarah, dan mampu mendukung terwujudnya gerakan ‘Aisyiyah yang semakin berkemajuan. Administrasi tertib, organisasi kuat, ‘Aisyiyah semakin berkemajuan! (Nash).














