Surabaya, liputanmu— Sebanyak 100 siswa kelas 3 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas, Field Trip di Kebun Raya Mangrove. Selasa (22/09/2026).
Bukan sekadar jalan-jalan, para siswa diajak mengenal kehidupan mangrove secara langsung, mulai dari mengenali jenis biji, pembibitan, ekosistem di sekitar pesisir, hingga praktik menanam bibit mangrove.
Belajar Mangrove Langsung dari Alam
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan materi dari guru, tetapi juga diajak menyusuri kawasan mangrove untuk mengamati berbagai jenis tanaman dan ekosistem yang ada di dalamnya.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman mangrove, termasuk buah bogem, yang menjadi salah satu hal baru dan menarik perhatian mereka. Siswa juga mengamati berbagai tumbuhan serta hewan yang hidup di sekitar kawasan pesisir.
Salah satu siswa kelas 3, Sakha, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya jadi tahu jenis-jenis mangrove. Ternyata ada juga mangrove si buta-buta yang getahnya bisa membuat mata buta sementara.” Ujar Sakha.
Pengetahuan tersebut menjadi pengalaman menarik bagi siswa karena mereka dapat mengenal karakteristik tanaman secara langsung di habitatnya. Mangrove si buta-buta dikenal memiliki getah yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan iritasi pada mata.

Dari Mengamati hingga Menanam Sendiri
Tidak berhenti pada kegiatan observasi, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik pembibitan dan penanaman mangrove. Mereka belajar bagaimana bibit mangrove ditanam menggunakan media polybag sebelum nantinya dapat tumbuh dan berkembang.
Ustadzah Bigha, salah satu guru yang mendampingi kegiatan, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.
“Alhamdulillah acara Field Trip ke Kebun Raya Mangrove kemarin berjalan dengan lancar. Anak-anak sangat antusias saat berada di lokasi ketika begitu melihat pemandangan pohon mangrove yang banyak akarnya.” Ungkap Ustadzah Bigha.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal hal-hal baru yang sebelumnya belum mereka ketahui.
“Ditambah ini kali pertama mereka tahu ada yang namanya buah Bogem (buah tanaman mangrove). Sebagian dari mereka penasaran terhadap macam-macam tumbuhan yang ditanam sekitar pesisir.” Lanjutnya.
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung.
“Terlebih mereka mendapatkan pengalaman langsung untuk menanam tanaman mangrove di media polybag.” Tambah Ustadzah Bigha.
Melalui kegiatan Field Trip ini, pembelajaran tentang lingkungan menjadi lebih nyata bagi siswa. Mereka tidak hanya mengenal mangrove melalui buku dan penjelasan di kelas, tetapi juga melihat, mengamati, dan mempraktikkan langsung proses pembibitan serta penanaman.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan, khususnya keberadaan ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi kawasan pesisir. (Ilham).














