Monday, September 28, 2026
Monday, September 28, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Sinergi dan Inklusivitas Pendidikan, Sorotan Penting Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam Peresmian Gedung SMP Muhammadiyah 15 Surabaya

Must Read

Surabaya, liputanmu — Peresmian gedung baru dan Muhammadiyah Sport Center SMP Muhammadiyah 15 Board School Surabaya (Spemlibels) menyisakan berbagai pesan mendalam mengenai semangat kebersamaan, inklusivitas, dan kemajuan pendidikan.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Hadir juga jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran, serta berbagai elemen masyarakat. Ahad (27/09/2026).

Dalam momentum penuh kehangatan tersebut, Sekum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada PDM Kota Surabaya, khususnya PCM Kenjeran Surabaya, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan maju bersama demi perkembangan amal usaha Muhammadiyah.

Perkembangan Pesat dan Proyeksi Masa Depan

Dengan jumlah siswa yang kini mencapai 760 orang, SMP Muhammadiyah 15 Surabaya menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Melihat perkembangan yang pesat ini, muncul gagasan strategis agar ke depan mulai dipikirkan pencarian lokasi atau lahan tanah baru guna menunjang perluasan fasilitas pendidikan yang memadai.

Semangat kemandirian ini mencerminkan filosofi khas di lingkungan persyarikatan: “Muhammadiyah gak usah dibantu, diseneni, pasti jadi”—sebuah bentuk optimisme tinggi bahwa dengan kerja keras dan ketulusan, setiap ikhtiar untuk kemajuan umat pasti akan terwujud.

“Keberhasilan pembangunan ini juga menjadi contoh nyata kuatnya keterlibatan dan dukungan masyarakat dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah secara keseluruhan.” Tegas Prof. Abdul Mu’ti.

Pendidikan Muhammadiyah yang Inklusif dan Merangkul Semua

Menurutnya, sebagai institusi pendidikan yang terbuka, sekolah Muhammadiyah membuktikan diri sebagai ruang belajar bagi siapa saja. Tercatat, peserta didik yang menimba ilmu di lembaga ini tidak hanya berasal dari kalangan warga Muhammadiyah saja, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk non-muslim. Hal ini melahirkan sebuah pandangan menarik mengenai dinamika keumatan.

“Masuk Muhammadiyah ada dua kemungkinan; NU masuk di Muhammadiyah makin yakin ke NU-nya, atau menjadi Muhammadiyah karena merasakan langsung bagaimana Muhammadiyah bisa dipercaya dan menjadi mitra bagi semua.” Ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa karakter ini menjadikan institusi pendidikan Muhammadiyah sebagai tempat yang inklusif, di mana semua elemen dapat menjadikan titik temu (point) dalam membangun kolaborasi yang harmonis.

Merajut Persatuan Melampaui Sekat Organisasi

Lebih lanjut, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya sumbangan lembaga swasta dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Perbedaan latar belakang organisasi ditegaskan tidak boleh menjadi jurang pemisah atau tembok pembatas.

“Sebaliknya, keberagaman tersebut harus disikapi secara dewasa dengan membiarkan setiap pihak berjalan sesuai jalurnya masing-masing, namun tetap dilandasi sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.” Pungkasnya.

Melalui semangat moderasi dan inklusivitas ini, Muhammadiyah terus hadir sebagai mitra strategis bagi seluruh lapisan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Gedung Baru SMP Muhammadiyah 15 & Sport Center PCM Kenjeran Diresmikan Mendikdasmen RI

Surabaya, liputanmu — Terus berkemajuan dan mencerahkan, pembangunan Gedung Baru SMP Muhammadiyah 15 (Spemlibels) Boarding School Surabaya dan Gedung...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img