Wednesday, October 7, 2026
Wednesday, October 7, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan: Kitalah yang Sedang Belajar dari Mereka

Must Read

Inspirasi Kehidupan: Kitalah yang Sedang Belajar dari Mereka

Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.

(Wakili Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

“Yang kita sebut keterbatasan, bisa jadi justru menjadi jalan mereka menuju Allah. Yang kita sebut kesempurnaan, jangan-jangan justru membuat kita lupa kepada-Nya”

Lihatlah wajah-wajah polos itu, mereka duduk bersama membuka Al-Qur’an. Belajar huruf demi huruf, mengeja dengan kemampuan yang mereka punya. Tidak tergesa, tidak malu, dan tidak sibuk memikirkan apakah bacaannya sudah sempurna di telinga manusia.

“Inilah pembinaan santri Madrasah Qori’Mu Ummi Maktum PCM Wonokromo”

Dan pesertanya adalah para difabel. Kita sering terlalu cepat menggunakan kata “keterbatasan”. Seolah-olah ukuran manusia adalah apa yang bisa dilihat mata: kemampuan fisik, kecerdasan, kecepatan berbicara, atau kesempurnaan anggota tubuh.

Padahal dalam urusan ibadah, Allah SWT tidak sedang mencari manusia yang terlihat sempurna. Allah SWT melihat hati, usaha, dan ketulusan. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Artinya :“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”

Maka ada sebuah pertanyaan yang pantas kita ajukan kepada diri sendiri: Jangan-jangan selama ini kita terlalu bangga dengan kesempurnaan yang terlihat, tetapi terlalu sedikit memperhatikan kesungguhan yang tersembunyi?

  • Ada orang yang tubuhnya sempurna, tetapi berat sekali melangkah menuju masjid.
  • Ada yang lisannya fasih berbicara tentang agama, tetapi hatinya masih sulit tunduk.
  • Ada yang mampu membaca Al-Qur’an dengan lancar, tetapi belum tentu hidupnya mencerminkan pesan Al-Qur’an.

Sementara mereka, dengan segala keterbatasannya, tetap datang, tetap belajar, tetap mencoba, dan tetap duduk di hadapan Al-Qur’an. Di sinilah kita seharusnya berhenti sejenak, karena dakwah yang sesungguhnya bukan hanya tentang mengajarkan mereka membaca Al-Qur’an.

Dakwah juga tentang memastikan tidak ada seorang pun merasa terlalu “berbeda” untuk datang kepada Allah. Madrasah Qori’Mu Ummi Maktum bukan sekadar ruang belajar. Ia adalah pesan bahwa masjid, majelis ilmu, dan Al-Qur’an harus menjadi rumah bagi semua.

Bukan hanya bagi mereka yang cepat memahami, bukan hanya bagi mereka yang sempurna secara fisik. Tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan waktu lebih panjang, pendampingan lebih sabar, dan tangan yang tidak mudah menyerah.

Karena ukuran keberhasilan sebuah lembaga dakwah bukan hanya berapa banyak orang yang mampu kita kumpulkan. Tetapi berapa banyak hati yang sebelumnya merasa tidak punya tempat, akhirnya merasa: “Aku juga diterima di sini.”

Mungkin mereka datang untuk belajar Al-Qur’an. Tetapi tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang mengajari kita tentang cara mencintai Allah SWT tanpa banyak alasan. Dan mungkin, justru mereka yang kita sebut “difabel” itulah yang sedang mengingatkan kita:

“Tidak ada manusia yang sempurna. Yang membedakan hanyalah siapa yang terus berusaha mendekat kepada-Nya”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Sambut JAMPANAL 2026, Kwarwil Hizbul Wathan Jawa Timur Ajak Kader Pengenal Bergabung

Surabaya, liputanmu – Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Timur resmi membuka pendaftaran untuk kegiatan Jambore Pengenal...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img