Friday, May 1, 2026
Friday, May 1, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : MUI dan Depag Terpapar Eksklusifisme, Darurat Moderasi Beragama

Must Read

Inspirasi Kehidupan : MUI dan Depag Terpapar Eksklusifisme, Darurat Moderasi Beragama

Oleh KH. Nurbani Yusuf

(Komunitas Padhang Makhsyar)

“Jas Merah: Muhammadiyah dan NU yang melahirkan MUI dan Depag”

  • Moderasi beragama itu merdeka ber-NU.
  • Moderasi beragama itu merdeka Ber-Muhammadiyah.
  • Moderasi beragama itu merdeka ber-Salafi.

“Moderasi beragama itu bebas menganut agama apapun. Tanpa intimidasi. Ini hak azasi yang harus dihormati”

Moderasi itu saling menghargai. Moderasi itu saling menghormati perbedaan. Moderasi itu tidak memutlakkan sebuah pendapat. Moderasi itu tidak memaksakan kehendak yang dianggap benar.

Moderasi itu hidup berdampingan dengan yang berbeda. Moderasi itu saling menyayangi bukan menebar dendam dan permusuhan. Moderasi itu ber-bhineka tunggal ika.

Depag itu milik seluruh bangsa Indonesia — milik semua agama. Bukan milik agama tertentu. Apalagi madzhab tertentu atau ormas tertentu.

MUI itu milik seluruh umat Islam Indonesia dari berbagai aliran, manhaj dan madzhab.

Depag dan MUI itu milik negara wajib melindungi semua anak bangsa tanpa melihat aliran, manhaj dan madzhab, tanpa intimidasi untuk dominasi.

Ini Intimidasi Bukan Moderasi

  • Pernyataan Pak Mentri Yaqut bahwa Depag adalah hadiah negara buat NU tidak kami taati.
  • Pernyataan Pak Mentri Nazaruddin bahwa Zakat tidak wajib dan tidak populair juga tidak kami taati.
  • Fatwa Kyai Cholil Nafis tentang keharaman umumkan 1 Syawal selain pemerintah tidak kami taati.

“Ini intimidasi bukan moderasi, afwan beribu maaf”

Tradisi beragama kami mungkin berbeda. Cara beragama kami mungkin saja ada perbedaan. Sama sekali tiada bermaksud melawan atau mufarroqoh. Hanya ingin beragama dengan baik dan benar meski tidak kaffah. Kami menawarkan hidup berdampingan bukan berhadapan tanpa merasa paling benar, paling kuat, paling adil, paling legitimate dan paling-paling yang lain.

Yang haram itu ikbar yang berbeda dengan MUI atau ikbar yang sama?

Muhammadiyah adalah milik negara, NU miliki negara. Semua ormas yang ada juga milik negara.

Metode Ru’yat Hilal dan Hisab adalah produk negara — jadi kenapa diributkan?

Jangan lupakan sejarah: Muhammadiyah dan NU yang melahirkan MUI.

Moderasi itu berlapang dada, saling memaafkan dan ridha, diakhiri ngopi sambil udud, ditemani ketela rebus dan pisang goreng.

“Sungguh saya mencintai Kyai Cholil Nafis karena Allah SWT”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Dari Cambridge Program hingga Sekolah Entrepreneur: Lompatan Besar PCM Krembangan di Peresmian Gedung MBC

Surabaya, liputanmu - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan dan pelayanan sosial di Kota...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img