Lamongan, liputanmu – Suasana pesantren yang sarat nilai spiritual menjadi pengalaman berkesan bagi para siswa Tahfidz Class SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Selama sepekan, mereka mengikuti program Nyantri Sepekan di Pondok Pesantren Karang Asem Muhammadiyah Paciran, Lamongan, Senin sampai Ahad (4-10/5/2026).
Program ini dirancang untuk menanamkan karakter Qurani sekaligus membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. Sejak hari pertama, para siswa mulai larut dalam ritme kehidupan pesantren yang teratur, sederhana, dan penuh makna.
Aktivitas harian dimulai sejak dini hari dengan qiyamul lail dan salat berjamaah. Suasana hening pesantren pada waktu subuh menghadirkan ketenangan batin sekaligus membangun kedekatan spiritual para siswa dengan Allah SWT.
Pagi hingga siang hari diisi dengan halaqah tahfidz dan tahsin yang berfokus pada penguatan hafalan, ziyadah, murajaah, serta perbaikan makharijul huruf dan tajwid. Para siswa mendapatkan pendampingan langsung dari para ustadz atau ustadzah di pondok sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih intensif dan terarah.
Dalam sehari, siswa tahfidz Smamita mengikuti empat halaqah yang dimanfaatkan untuk menambah hafalan maupun mengulang hafalan lama. Kegiatan murajaah setelah salat subuh menjadi salah satu momen penting untuk menjaga kualitas hafalan Al-Qur’an agar tetap kuat dan lancar.
Menariknya, proses murojaah tidak hanya dilakukan di lingkungan pondok. Para siswa juga diajak belajar di area pematang persawahan yang asri dan menenangkan. Suasana alam terbuka memberikan pengalaman berbeda sekaligus membantu siswa lebih rileks dan fokus dalam menghafal Al-Qur’an.
Selain pembelajaran Al-Qur’an, siswa juga mendapatkan materi kajian keislaman dan pembinaan adab santri. Pembelajaran hadis yang dilaksanakan ba’da salat magrib menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembiasaan tersebut, siswa dilatih untuk menerapkan peraturan (tata krama), disiplin waktu, tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan, serta menghormati sesama. Interaksi intens di asrama turut membentuk sikap mandiri, sederhana, dan mempererat ukhuwah antarsantri.
Agar pengalaman semakin kaya dan menyenangkan, para Ustadz dan Ustadzah juga menyelipkan muatan kearifan lokal Paciran. Para siswa diajak mengenal sekaligus menikmati buah siwalan, komoditas khas pesisir Lamongan. Kegiatan ini menjadi selingan edukatif yang menyegarkan sekaligus mengenalkan potensi daerah setempat kepada para siswa.
Menutup rangkaian kegiatan, para siswa diajak refreshing ke Pantai Lorena dan menikmati aktivitas berenang di area pondok. Selain mengusir kejenuhan setelah menjalani kegiatan padat, agenda tersebut juga mempererat kebersamaan dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat alam ciptaan Allah SWT.
Sementara Doni Afif, SPd sebagai wali kelas XI-4 menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu memberikan pengalaman transformatif bagi para siswa.
“Program Nyantri Sepekan ini tidak hanya bertujuan menguatkan hafalan Al-Qur’an siswa, tetapi juga membentuk karakter santri yang disiplin, beradab, mandiri, dan siap mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Program ini pun menjadi salah satu ikhtiar Smamita dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan spiritual dan karakter Islami. (Nashiiruddin)














