Surabaya, liputanmu — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Masjid Syuhada Ramah Center (SRC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Jl. Ngagel 143C Surabaya, saat dilaksanakannya kegiatan perdana Tadarusan Qur’an Braille. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu pagi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan akses pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif bagi penyandang tunanetra dan masyarakat yang ingin belajar Al-Qur’an Braille. Sabtu (20/06/2026).
Dengan mengusung semangat; “Membaca Al-Qur’an dengan Hati, Meraih Cahaya Ilahi”, para peserta tampak antusias mengikuti bimbingan membaca dan memahami Al-Qur’an Braille. Kebersamaan yang terjalin dalam majelis sederhana tersebut menghadirkan suasana yang mengharukan sekaligus menginspirasi.
“Kegiatan ini bukan sekadar belajar membaca huruf-huruf Braille, tetapi juga menjadi bukti bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk bagi seluruh manusia tanpa terkecuali.” Ujar Ustadz Muhammad Barid Sadan, S.Ag., M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo.
Menurutnya, setiap sentuhan pada titik-titik Braille menjadi ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membuka jalan ilmu bagi siapa saja yang memiliki semangat belajar. Allah SWT berfirman:
هُدًى لِّلنَّاسِ
Artinya :“Sebagai petunjuk bagi manusia”.(QS. Al-Baqarah: 185).
“Ayat tersebut menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur’an diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, menghadirkan sarana belajar Al-Qur’an Braille merupakan bagian dari upaya mewujudkan nilai rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan nyata.” Ungkapnya Ustadz Barid, panggilan akrabnya, yang juga menjabat sebagai Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Artinya :“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
Ustadz Barid juga menjelaskan bahwa semangat hadits inilah yang menjadi inspirasi lahirnya program Tadarusan Qur’an Braille di Masjid SRC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya. Tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap sesama.
Ketua dan para penggerak kegiatan berharap program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang. Dengan dukungan berbagai pihak, Tadarusan Qur’an Braille diharapkan menjadi gerakan dakwah inklusif yang memberikan manfaat luas bagi umat.
“Setiap huruf, setiap sentuhan, sejuta makna. Bersama, Qur’an untuk semua.” Ungkapnya.
Semoga langkah kecil yang dimulai di Masjid SRC PDM Surabaya ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir, melahirkan generasi pecinta Al-Qur’an, serta menginspirasi lahirnya program-program serupa di berbagai masjid dan lembaga Islam lainnya. (Humas/BS).














