Inspirasi Kehidupan : Perjuangan Sepanjang Hayat
Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
“Di balik kemajuan sebuah organisasi besar, selalu ada orang-orang yang memilih bekerja dalam diam. Mereka mungkin tidak dikenal banyak orang, tetapi tanpa mereka, roda dakwah tidak akan pernah berjalan sempurna”
Dalam perjalanan mengantar anak yang mondok di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung Paciran, menyempatkan diri singgah untuk bersilaturahim dengan seorang sahabat lama. Dulu kami bertetangga di Surabaya. Waktu telah membawa kami ke jalan pengabdian yang berbeda, tetapi silaturahim selalu menemukan jalannya.
Rumah sederhana itu menjadi saksi obrolan hangat yang penuh makna. Sahabat saya adalah Drs.Taufik Yudiantoro Ak. M.Acc., lulusan Universitas Airlangga (Unair) S1 Akuntan lanjut Universitas Gajah Mada (UGM) S2 Maksi yang kemudian memutuskan hijrah ke Lamongan setelah dipercaya bergabung dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan sebagai bendahara. Sebuah pilihan yang mungkin terlihat biasa, tetapi dari sanalah perjalanan pengabdiannya terus bertumbuh.
Percakapan demi percakapan membuka mata saya. Ternyata amanah yang beliau emban kini jauh lebih luas. Selain berkiprah di dunia kesehatan, beliau juga aktif di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan pernah menjadi Wakil Ketua Lembaga Pembina dan Pengawasan Keuangan (LPPK) PDM Lamongan.
Jabatan lain adalah Wakil Direktur Keuangan RS Muhammadiyah Lamongan, yang dilantik oleh Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada 2021.
Dan saat ini bergerak berdakwah melalui Majelis Ekonomi PDM Lamongan dengan proyek Peternakan Ayam Petelur dan SPBU. Pada lingkup lebih luas turut mengemban amanah sebagai anggota MPKU PWM Jatim di Divisi Rumah Sakit mendampingi & membina keuangan Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA) grup se-Jatim.
Saya menyadari bahwa keberhasilan seseorang tidak selalu diukur dari seberapa sering namanya muncul di media, tetapi dari seberapa besar manfaat yang ia hadirkan bagi umat. Ada orang-orang yang bekerja dalam diam, jauh dari sorotan, namun jejak karyanya dirasakan oleh banyak orang.
“Mereka tidak sibuk membangun popularitas, tetapi membangun sistem yang akan terus memberi manfaat”
Dari sosok Taufik Yudiantoro, saya belajar bahwa Muhammadiyah memerlukan kader-kader yang tidak hanya pandai berdakwah di mimbar, tetapi juga mampu mengelola organisasi, menguatkan ekonomi, membangun rumah sakit, dan menjaga amanah dengan profesionalisme.
Dakwah ternyata tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga melalui laporan keuangan yang akuntabel, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta tata kelola amal usaha yang bersih dan terpercaya.
Setidaknya ada empat pelajaran berharga yang saya bawa pulang dari pertemuan singkat ini, yakni:
Pertama, Penguatan sistem keuangan Muhammadiyah: Organisasi sebesar apa pun hanya akan kokoh jika dikelola dengan transparansi, akuntabilitas, dan integritas.
Kedua, Manajemen Rumah Sakit Muhammadiyah: Pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan bisnis, tetapi ladang dakwah yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketiga, Kaderisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan: Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tidak akan bertahan lama tanpa hadirnya kader-kader yang memiliki kompetensi sekaligus ruh keislaman yang kuat.
Keempat, Tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah yang profesional dan akuntabel: Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar yang harus dijaga dengan kerja nyata, bukan sekadar slogan.
Silaturahim kali ini mengingatkan saya bahwa setiap orang memiliki medan jihadnya masing-masing. Ada yang berdakwah melalui mimbar, ada yang mengajar di ruang kelas, serta ada yang melayani pasien di rumah sakit. Ada pula yang menjaga amanah di balik meja keuangan agar roda organisasi terus berputar.
Semoga semakin banyak kader Muhammadiyah yang meneladani semangat seperti ini: “Bekerja dengan ikhlas, beramal dengan profesional, dan mengabdi tanpa harus menunggu tepuk tangan”.
“Karena sejatinya, keberkahan lahir dari pengabdian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh demi kemajuan umat dan persyarikatan”














